Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penipuan Arisan Online Makassar

Korban Penipuan Arisan Online di Makassar Bertambah, Segini Jumlahnya

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengungkapkan jika penambahan jumlah korban ini berdasarkan laporan terbaru.

Penulis: Alfian | Editor: Ansar
Ist
Admin grup arisan online Terduga pelaku penipuan, KL (33) dan W (40) yang tidak diketahui keberadaannya oleh member grup 

Jika tidak ada aral melintang, sesuai perjanjian dalam durasi waktu 72 hari itu, LS akan mendapatkan tambahan dana Rp 14,5 juta.

"Tapi nyatanya 25 November ini, ini (KL) sudah tidak bisa dihubungi dan akun grupnya juga sudah ditutup ini hari. Saya rugi Rp 10 juta, tapi teman-teman lain yang jumlahnya sekitar 300an member itu ada yang deposit puluhan juta hingga Rp 1 milliar kasihan," ujar LS

Terakhir 20 November, sang admin (Pink Pink) alias KL berjanji akan mengembalikan dana paran member secara bertahap. Namun lima hari setelahnya, KL menghilang entah kemana, nomor ponsel dan akunnya sudah tidak dapat dihubungi lagi.

Hal senada diungkapkan ES. Warga masale ini mengaku menyetor dana ke rekening KL dan W hingga milliaran rupiah.

"Saya sampai Rp 1 milliar lebih. Tapi kita tidak lansung, bertahap, misalnya dua klot Rp 100 juta, sudah itu Rp 50 juta, sudah itu Rp 90 juta begitu-begitu, dan itu terputar-putar. Setelah saya hitung balik dari saya nyetor dan dia (KL dan W) balikin itu masih ada selisih Rp 1,3 milliar," ungkap ES.

Lebih lanjut ES mengungkapkan, dari ratusan member kebanyakan menyetor ratusan juta hingga milliaran rupiah.

Jika diestimasi dari kerugian yang dialami 300an member yang ada, lanjut ES dan LS bisa mencapai Rp 20an milliar.

"Ada yang nyetor, Rp 400 juta Rp 700 juta, ada yang Rp 800 juta kebanyakan rata-rata ratusan, dan beberapa seperti ibu (ES) sampai milliaran. Jadi kalau ditotal ada sekitar Rp 20an milliar semuanya," ungkap LS.

Lebih lanjut, ES menceritakan operandi arisan yang dijalankan KL dan W.

"Jadi satu plot itu seharga Rp 515 ribu sudah masuk biaya adminnya, saya misalnya ambil 140 plot jadi saya setornya Rp 72 juta. Pengembaliannya itu dia janjikan satu plot dinilai Rp 575 ribu, dikalikan 140 plot yang saya invest jadi total pencariannya ke saya Rp 80,5 juta, jadi dana saya bertambah Rp 8,4 juta dari Rp 72 juta tadi," terangnya.

ES mengungkapkan, dari ratusan member kebanyakan menyetor ratusan juta hingga milliaran rupiah.

Jika diestimasi dari kerugian yang dialami 300an mber yang ada, lanjut ES dan LS bisa mencapai Rp 20an milliar.

"Ada yang nyetor, Rp 400 juta Rp 700 juta, ada yang Rp 800 juta kebanyakan rata-rata ratusan, dan beberapa seperti ibu (ES) sampai milliaran. Jadi kalau ditotal ada sekitar Rp 20an milliar semuanya," ungkap LS.

Keduanya pun mengaku telah melaporkan kasus itu ke Tim Cyber Polda Sulsel untuk melacak keberadaan KL dan W.

"Kemarin kita sudah datang di Polda di bagian Cybernya untuk melaporkan kejadian ini, dan kita juga sudah didatangi penyidiknya untuk dimintai keterangan," ujar LS dan ES.

Keduanya pun berharap agar Polda Sulsel segera melacak keberadaan KL dan W dengan harapan keduanya ditangkap untuk mempertanggunbjawabkan perbuatannya.(Tribun-timur.com).

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @piyann__

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved