Penipuan Arisan Online Makassar
Korban Penipuan Arisan Online di Makassar Bertambah, Segini Jumlahnya
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengungkapkan jika penambahan jumlah korban ini berdasarkan laporan terbaru.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, ratusan ibu rumah tangga tertipu investasi 'bodong' berkedok arisan.
Tidak tanggung-tanggung, kerugiannya mencapai puluhan milliar rupiah.
Seperti diungkapkan perempuan LS (33) dan ES (41). Dua sosialita Kota Makassar ini mengaku tertipu investasi berkedok arisan yang beroperasi melalui akun media sosial.
Kedua grup akun arisan itu bernama 'Arisan Sosialita Manja' yang dikelola admin bernama akun Pink Pink dan grup akun 'arisan online trusted FSG' yang dikelola admin dengan akun Wenny Wijaya.
Dari pengakuan LS dan ES, akun Pink Pink digunakan wanita berinisial KL (33) dan akun Wenny Wijaya digunakan wanita berinisial W (40).
Keduanya mengaku mengenal KL dan W dari teman-ke teman yang mengenali keduanya lebih dahulu.
Dari perkenalan itu, keduanya tergiur dengan temannya yang ikut arisan yang dikelola KL dan W.
Alasannya, dana yang ditransfer atau deposito bertambah setelah eberapa hari uang itu masuk ke rekening admin, KL dan W.
Keduanya (LS dan ES) tambah tergiur setelah sang admin, KL dan W memposting bukti transferan penambahan dana dari hasil deposito.
"Awalnya kenal dari teman ke teman, ini (KL) kan punya grup (Arisan Sosialita Manja), dia ngepost beberapa bukti transferan jadi kita tambah yakin. Sudah itu dari teman dan keluarga ngakunya saya ikut di dia (KL dan W) sudah cair berkali-kali," ujar LS yang enggan nama lengkapnya disebut.
Dari pengakuan dan bukti transferan yang disaksikan lewat postingan grup media sosial itu, LS pun tergiur dan memilih ikut bergabung.
April 2019, LS pun bergabung dan mulai mentransferkan sejumlah dana ke rekaning yang ditunjuk KL dengan harapan dana tersebut bertambah.
Hasilnya apa yang dijanjikan KL terbukti. Dana yang dideposti (dimasukan) LS bertambah dari jumlah sebelumnya setelah beberapa hari pasca transfer.
"Dari bulan empat itu cair terus tidak ada persoalan, lancar. Pas masuk 18 November sudah mulai ada masalah, ngadat tidak ada pembayaran," ujarnya.
Lanjut LS, terakhir ia mendeposit atau mentransfer dana sebesar Rp 10 juta ke rekening KL pada 12 Oktober dengan perjanjian dicairkan pada 23 Desember.