UIN Alauddin
Mahasiswa SSA UIN Alauddin Belajar Agama & Krisis Ekologi di Seminar, Narsumnya Wakil 5 Agama
Mahasiswa SSA UIN Alauddin Belajar Agama & Krisis Ekologi di Seminar, Narsumnya Wakil 5 Agama
Muhsin juga mengapresiasi tema yang diangkat pada seminar tersebut.
Menurut Dekan Ushuluddin ini, persoalan Ekologi bukan hanya persoalan lingkungan.
Ekologi memiliki nilai nilai teologis.
Pandangan Narasumber Seminar
Di awal diskusi Syamsu Arif Galib menyampaikan apresiasi besarnya atas usaha tak kenal lelah mahasiswa Studi Agama Agama demi terselenggaranya seminar.
"Kegiatan ini adalah sebuah upaya anak Studi Agama Agama untuk mengetuk pintu agama agar mau peduli dengan isu lingkungan,"kata Syamsul Arief.
Sementara Wakil Agama Budha yang Ketua Permabudhi Sulawesi Selatan, Ir. Yonggris Lao dalam paparan materinya menyebutkan penting megembangkan sisi humanisme agama.
Termasuk mendorong budaya melestarikan lingkungan.
Serta mendesak pemerintah untuk mengeluarkan political will terkait dengan isu lingkungan.
Sementara Pendeta Lidya K Tandirerung dosen STT INTIM Makassar menyebutkan pentingnya membangun kesadaran Ekologis.
“Kita tidak bisa berbicara tentang kedamaian kalau kita tidak berlaku adil termasuk adil terhadap alam”papar Lidya.
Adapun Prof. Dr. Qasim Mathar, MA menyebutkan kini saatnya agama harus berpegang tangan bersama untuk maju bersama.
“Persoalan agama dan Ekologis sudah dibahas tuntas dalam Kitab Suci. Namun tidak cukup hanya dengan bangga atas Kitab Suci. Sebagai penganut agama, kita harus menjalankan pesan pesan dalam Kitab Suci,"kata Prof Quraish.
Senada dengan itu Dr. Wahyuddin Halim. MA mengutip pandangan Sayyid Hosein Nasr bahwa Krisis Ekologi terjadi karena Krisis Spiritual.
Dan solusinya menurut Dr Wahyuddin juga harus bersifat metafisika.