Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diduga Prioritaskan Pengusaha, Pelayanan SPBU Jawi-jawi Bantimurung Dikeluhkan Warga

Pasalnya, warga setempat yang datang untuk membeli solar sebanyak 20 liter, tidak dilayani oleh petugas.

Penulis: Ansar | Editor: Sudirman
ansar
pembeli antre di SPBU Jawi-jawi, Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung. Jerigen dibungkus dengan menggunakan karung. (warga). 

"Saya juga temukan, banyak pick up dan motor bawa jerigen. Semua dilayani. Tapi kami tidak," katanya.

Arif menjelaskan, sebelum pick up tersebut melakukan pengisian, sopir melakukan pemantauan dari luar.

Jika kondisi memungkinkan, mereka langsung masuk melakukan pengisian. Setelah jerigen penuh, sopir langsung keluar dari pekarangan SBPU.

Sopir lalu memarkir kendaraan di depan sebuah warung dekat SPBU. Setelah semua dilayani, oknum SPBU mendatangi sopir tersebut.

"Jadi setelah pengisian, sopir-sopir ini berkumpul di warung. Mereka menunggu petugas SPBU," katanya.

Saat bertemu, sopir menyetor sejumlah uang 'jeringen' ke operator tersebut. Transaksi terjadi di tempat khusus, warung tersebut.

"Saya lihat dari jauh, pengusaha-pengusaha itu, menyetor Rp 7 ribu setiap jerigen. Mereka transaksi sembunyi-sembunyi," katanya.

Dia menyampaikan, dalam sehari paling sedikit SPBU tersebut melayani pembelian 200 jerigen. Jadi dalam sehari, oknum meraup keuntungan minimal Rp 1,4 juta.

"Disitu, paling sedikit 200 jerigen yang dilayani. Itu dikali Rp 7 ribu. Mereka lebih mengutamanan untung dibanding layanan," katanya.

Menurutnya, di SPBU tersebut ada petani dan pengusaha yang membeli. Namun kadang petani dipersulit.

"Memang ada petani yang diberikan solar. Tapi lebih banyak pengusaha. Kenapa juga harus ditutupi dengan karung. Itu mencurigakan," kata dia.

Sementara, Pengawas SPBU, Sonya mengatakan, pihaknya hanya melayani petani yang membeli BBM.

Hal itu dilengkapi dengan surat keterangan dari pemerintah setempat.

"Di sini petani yang diisi. Semua ada suratnya. Dilayani kalau ada suratnya. Karena pembeli di sini antre. Ada suratnya baru dibuatkan nomor antrean," katanya.

Terkait berkumpulnya sopir di warung, Sonya mengatakan, biasanya pembeli kalau selesai mengisi dia istirahat dan membeli minuman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved