Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tanaman Jagung di Luwu Utara Diserang Hama Ulat Grayak, Begini Cara Pengendaliannya

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Luwu Utara Alauddin Sukri mengatakan, ulat grayak sudah menyerang tanaman jagung petani di Kecamatan Malangke, Mal

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Syamsul Bahri
DKP Lutra
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Luwu Utara, Alauddin Sukri melihat tanaman jagun petani yang terserang hama ulat grayak di Kecamatan Malangke, Senin (11/11/2019). 

Kalau ulat grayak pada suatu saat musnah total, dikhawatirkan musuh alaminya jenis-jenis belatung dari keluarga Tachinidae-pun hilang.

Kerugiannya, begitu sang ulat mendadak merajalela, maka tidak ada musuh alami yang mengendalikannya.

Selanjutnya melalui pengendalian kimiawi. Sudah jelas Insektisida itu racun. Wajar jika pengendalian dengan insektisida merupakan pilihan terakhir.

Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari saat ulat masih usia muda. Daya tahan ulat tua terhadap insektisida besar sekali.

Insektisida yang bisa dipakai ialah yang bersifat racun kontak dan racun perut. Dosisnya sesuai aturan pakai.

Langkah kelima dengan cara pengendalian biologis.

Artinya memanfaatkan serangga penyengat dari famii Tachinidae untuk menahan laju perkembangan hama yang aktif di malam hari.

Serangga penyengat seperti Palexorista lucagus atau Cuphocera varia meletakkan telur di tubuh ulat grayak.

Begitu telur jadi belatung, ia merusak jaringan tubuh ulat. Dalam waktu 3-5 minggu belatung berubah menjadi kepompong dan saat itulah si grayak mati.

Keenam dengan cara melakukan tanam serentak, untuk mencegah ketersediaan makanan bagi ulat, penanaman sebaiknya dilakukan serentak sehingga panen pun bisa bersamaan.

Seandainya tidak serentak, tanaman yang paling akhir ditanam kemungkinan besar terkena wabah ulat grayak lantaran populasi hama ini cepat berkembang.

Terakhir dengan cara pergiliran tanaman. Pergiliran tanaman merupakan upaya memutuskan kelangsungan hidup ulat dengan menanam tanaman yang bukan inangnya.

Ulat grayak juga merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman jagung.

Ulat ini tidak berbulu dan kerap juga disebut ulat tentara, karena menyerang dengan populasi tinggi.

Siklus hidup ulat grayak dapat berlangsung dari 32-46 hari.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved