Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tanaman Jagung di Luwu Utara Diserang Hama Ulat Grayak, Begini Cara Pengendaliannya

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Luwu Utara Alauddin Sukri mengatakan, ulat grayak sudah menyerang tanaman jagung petani di Kecamatan Malangke, Mal

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Syamsul Bahri
DKP Lutra
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Luwu Utara, Alauddin Sukri melihat tanaman jagun petani yang terserang hama ulat grayak di Kecamatan Malangke, Senin (11/11/2019). 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Hama ulat grayak mulai menyerang tanaman jagung di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Luwu Utara Alauddin Sukri mengatakan, ulat grayak sudah menyerang tanaman jagung petani di Kecamatan Malangke, Malangke Barat, dan Baebunta.

BREAKING NEWS: Kantor DPRD Wajo Disegel Mahasiswa, Ada Apa?

Kronologi Awal Mula Isu Pesugihan Restoran Ruben Onsu Suami Sarwendah, Roy Kiyoshi Terlibat?

Khusus di Malangke, 250 hektare tanaman terserang dari total luas tanaman 3.000 hektare.

"Tanaman yang diserang hama ulat grayak rata-rata yang usia 10-45 HST (Hari Setelah Tanam)," ujar Alauddin, Selasa (12/11/2019).

Dirangkum dalam berbagai sumber, ulat grayak merupakan salah satu jenis hama tanaman yang menjadi momok menakutkan bagi para petani, termasuk petani jagung.

Hama ulat ini dikenal juga dengan sebutan ulat tentara, karena menyerang tanaman secara bergerombol bagaikan tentara hingga daun tanaman habis dan meranggas.

Karni Ilyas Posting Topik ILC TV One Bahas Anies Baswedan, Apa Rocky Gerung dan Mahfud MD Diundang?

Sebelum Malam Grand Final, 26 Finalis Puteri Kesehatan se-Luwu Raya Ikuti Orasi Ilmiah

Gejala serangan ditandai dengan daun tanaman meranggas, biasanya hanya tersisa tulang daunnya saja.

Pada serangan parah, tanaman akan gundul kehabisan daun. Jika populasinya sangat tinggi, larva pada stadium akhir dapat menghabisi seluruh daun tanaman hanya dalam waktu semalam.

Ada tujuh cara mengendalikan hama ulat grayak menurut Prof Soemartono Sosromarsono, Dr Aunu Rauf dan Ir A Toerngadi MSc.

Ketiganya pakar serangga hama Institut Pertanian Bogor (IPB).

VIDEO: Mantan Wapres Jusuf Kalla Kunjungi Tana Toraja

Ledakan ulat grayak biasanya terjadi secara temprorer, serangan ulat grayak bisa tinggi lantaran populasi ulatnya meningkat.

Untuk meredam ledakan populasi tersebut pertama lakukan pengamatan rutin ke setiap bagian sudut kebun dengan cara ini kehadiran hama perusak bisa terdeteksi sedini mungkin.

Langkah berikutnya lakukan pengendalian mekanis dengan cara membakar ulat usia muda yang sudah dikumpulkan dalam satu wadah.

Langkah ketiga lakukan sanitasi lapangan, sewaktu melakukan sanitasi lapangan, gulma berdaun lebar dan rerumputan di sekitar pertanaman jangan dibabat habis.

Sisakan sedikit untuk tempat hidup ulat grayak pada populasi yang sangat rendah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved