Dituduh Aliran Kepercayaannya Sesat, Begini Pembelaan Bahtiar Salam
Sebelumnya, ajarannya diadukan ke MUI dan Kemenag Mamuju untuk diawasi, sebab diduga mengajarkan hal yang menyimpan.
Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Bahtiar Salam membantah dan tidak menerima aliran kepercayaannya dituduh sesat oleh pihak kepolisian, MUI, dan Kemenag Kabupaten Mamuju.
Sebelumnya, ajarannya diadukan ke MUI dan Kemenag Mamuju untuk diawasi, sebab diduga mengajarkan hal yang menyimpan.
Ia menjanjikan para pengikutnya dapat bertemu tuhan lewat cahaya.
• VIDEO: Suasana Donor Darah Lions Club Makassar dan Tribun Timur
• Alumni UNM dan UIN Kecewa Tak Ada Penerimaan CPNS di Takalar
• Hasil Akhir Liga 1 2019: Persib Bandung Bungkam Arema FC, Cuplikan 3 Gol Maung Bandung
Meski begitu, Bahtiar Salam mengaku siap hadir memberikan klarifikasi atas tuduhan tersebut jika dipanggil oleh pihak berwenang.
"Kami tidak perlu memberikan tanggapan terlalu jauh. Intinya kami siap dipanggil oleh pihak yang berwenang untuk memberikan penjelasan supaya jangan bias termasuk MUI,"ujarnya dihubungi via telepon Tribun-Timur.com, Selasa (12/11/2019).
Menurut mantan Kepala Desa Bala-balakang Mamuju itu, tidak ada hak manusia mencap atau menuduh orang lain sesat.
"Itu hak atau otoritas Allah apakah manusia itu sesat atau tidak,"singkatnya.
Terkait dugaan menjanjikan pengikut ajaran dapat ketemu tuhan lewat cahaya, kata Bahtiar, pihaknya hanya ingin menjelaskan kepada pihak berwajib.
"Karena ini soal hakikat, jangan dibawa ke pengertian syariat. Guru kami memang mengajarkan khusus hakikat, tetapi guru tak pernah melarang orang bersyariat karena itu semua harus dilaksanakan. Tidak boleh ada yang meninggalkan,"kata Bahtiar.
• VIDEO: Suasana Donor Darah Lions Club Makassar dan Tribun Timur
• Alumni UNM dan UIN Kecewa Tak Ada Penerimaan CPNS di Takalar
• Hasil Akhir Liga 1 2019: Persib Bandung Bungkam Arema FC, Cuplikan 3 Gol Maung Bandung
"Kami berharap jangan menciptakan istilah yang mereka (aparat) buat sendiri, lalu menudingkan kepada pihak yang engkau tuduh sesat,"sambung.
Kata dia, intinya pihaknya menghormati hukum, jika pihak berwenang yang memanggil akan hadir memenuhi panggilan itu.
"Insyaallah kami siap hadir, termasuk MUI jika memanggil untuk sidang. Tolong jika memuat ini berita pake dugaan jangan langsung mengatakan ada aliran sesat di Mamuju, karena jangan sampai media massa yang membuat resah masyarakat,"tuturnya.
Terkait tuduhan ajaranya hanya mengajarkan salat wajib hanya dua waktu.
Jika junub tak perlu mandi wajib, dan jika salat tak perlu melafalkan Allahu Akbar, Bahtiar Salam membahtar keras hal itu.
"Setahuku guru tidak mengajarkan itu. Sepertinya yang dimaksud MUI dalam berita yang menyebar bukan golongan kami. Tapi ajaran lain, karena katanya memang ada yang datang dari Pulau Karampuang,"tuturnya.