Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

12 Rumah di Patampanua Pinrang Rusak Diterjang Angin Kencang

Informasi yang dihimpun TribunPinrang.com, sedikitnya ada 12 rumah warga yang rusak akibat peristiwa tersebut.

Tayang:
Penulis: Hery Syahrullah | Editor: Imam Wahyudi
hery/tribunpinrang.com
Rumah warga yang rusak di Sali-sali, Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (11/11/2019) 

TRIBUNPINRANG.COM, PATAMPANUA - Sejumlah rumah di wilayah Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, mengalami kerusakan.

Kerusakan itu disebabkan oleh terjangan angin kencang yang melanda Pinrang, Senin (11/11/2019) sore.

Kampanyekan Tupoksi KPI, KPID Sulbar Sasar Kampus

Informasi yang dihimpun TribunPinrang.com, sedikitnya ada 12 rumah warga yang rusak akibat peristiwa tersebut.

"Kerusakan parah didominasi oleh rumah panggung dan semi permanen," kata Plt Kepala BPBD Pinrang, Matalatta.

Nasdem Serius Usung Anies di 2024? Patrice Rio Capella Heran Bukan Jokowi yang Pidato di Kongres

Ia menyebutkan, jumlah tersebut belum final karena masih menunggu laporan lengkap dari pemerintah kecamatan.

"Kami masih terus mendata rumah-rumah yang rusak akibat angin kencang," pungkas Matalatta.

Informasi yang dihimpun, wilayah Kecamatan Patampanua yang paling parah terdampak angin kencang adalah area Sali-Sali, Desa Pincara.

Mau Daftar CPNS di Parepare? Ini 163 Formasi yang Diterima

Hujan dan Angin Kencang Landa Makassar dan Gowa, BMKG: Waspada Banjir dan Pohon Tumbang

Hujan disertai angin kencang terpa wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (05/11/2019).

Kepala Stasiun Klimatologi Maros Hartanto mengatakan, hujan turun intesitasnya mencapai 51 mm.

"Curah hujan tadi di Makassar mencapai 51 mm. Itu termasuk kategori lebat," kata Hartanto.

Apakah Pupuk Bersubsidi Langka di Sulsel? Ini Penjelasan PT Pupuk Kaltim

Wabup Tomy: Radikalisme Tak Hanya Diisukan ke Kelompok Islam

IRT Ini Jadi Korban Hipnotis di Puskesmas, Uang Rp 10,2 Juta dan Emas Ludes

Tak hanya melanda Makassar, beberapa daerah tetangga seperti Kabupaten Maros dan Gowa juga diguyur hujan. Meski durasinya tidak berlangsung lama.

Hartanto menyampaikan, munculnya hujan ini sebagai pertanda wilayah Sulsel telah memasuki musim pancaroba, atau biasa disebut peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

Musim hujan diprakirakan pada pertengahan akhir November.

Untuk saat ini, masih berpotensi hujan lokal yang disertai petir/kilat.

Apakah Pupuk Bersubsidi Langka di Sulsel? Ini Penjelasan PT Pupuk Kaltim

Wabup Tomy: Radikalisme Tak Hanya Diisukan ke Kelompok Islam

IRT Ini Jadi Korban Hipnotis di Puskesmas, Uang Rp 10,2 Juta dan Emas Ludes

"Ciri ciri di musim peralihan ada jeda potensi hujan. Jadi kemungkinan ke depan masih jeda untuk 2 - 3 hari kedepan, baru kembali turun hujan," paparnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved