Puluhan Tahun Menyebrangi Sungai Pakai Rakit, Kini Warga Pao-pao Polman Sudah Punya Jembatan
Peresmian jembatan sepanjang 121 meter dengan luas enam meter itu, ditandai dengan pengguntingan pita diujung jembatan. Peresmian itu bagian rangkaian
Penulis: Nurhadi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (ABM) resmikan jembatan Limbong Kaiyyang Sungai Mandar di Kecamatan Alu, Kabupaten Polman, Sulbar, Jumat (8/11/2019).
Peresmian jembatan sepanjang 121 meter dengan luas enam meter itu, ditandai dengan pengguntingan pita diujung jembatan. Peresmian itu bagian rangkaian kunjungan kerja gubernur bersama rombongan sejak 6 November 2019 di tiga kabupaten.
• Pria Kumala Permai Makassar ini Ditemukan Tewas Mengenaskan, Semasa Hidup Suka Binatang
• Pengusaha di Parepare Tuntut Ayah: Ini Harapan Mukhtar Terkait Adiknya yang Tuntuntut Sang Ayah
• Moms Milenials, Jangan Ketinggalan Ikuti Parent Session di Hotel Santika,Catat Tanggalnya!
• HUT Partai Golkar di Luwu Utara Bakal Dimeriahkan Band Ternama
• Rumah Pelaku Pembunuhan di Mangngepong Jeneponto Dibongkar, Massa Dibubarkan Paksa
Gubernur Ali Baal meresmikan jembatan itu didampingi Danlanal Mamuju Letkol Marinir Laode Jimmy Herisal R dan para jajaran kepala OPD lingkup Pemrov Sulbar.
Peresmian tersebut disaksikan oleh ratusan masyarakat Desa Pao-pao dan Desa Alu. Mereka tampak bergembira pasca jembatan tersebut diresmikan.
Sebelum jembatan tersebut dikerjakan, puluhan tahun masyarakat hanya dapat melintasi sungai menggunakan rakit bambu.
Usai diresmikan gubernur bersama rombongan langsung melakukan peninjauan didampingi oleh pihak pelaksana proyek dari PT Putra Jaya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar Muh Aksan mengatakan, jembatan tersebut dibangun menggunakan APBD Sulbar 2018 sebesar Rp 20 miliar.
"Jadi ini dibangun menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Ini betul-betul niat pemerintah untuk membangun jembatan ini,"kata Muh Aksan kepada Tribun-Timur.com.
Jembatan tersebut dibangun menggunakan rangka baja. Dengan kualitas betong K-300. "Spesifikasinya sama dengan jalan nasional. Kendaraan apapun itu bisa masuk disini,"ucapnya.
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan jembatan tersebut sebenarnya mulai dirintis sejak ia menjabat sebagai bupati pada periode kedua di Polman.
"Dulu hanya kita bangun biasa menggunakan beton kita dijanjikan oleh pusat untuk rangka baja. Tapi lambat datangnya sehingga saat datang banjir tiang pancangnya hanyut,"kata dia.
Dizaman Gubernur H Anwar Adnan Saleh dikerjakan kembali namun tidak selesa. Baru dimasa Ali Baal Mandar kembali dilanjutkan pembangunannya.

"Alhamdulillah hari ini sudah selesai. Ini kita bangun untuk menghubungkan akses antara daerah-daerah yang ada di Polman. Jadi sudah bisa sampai ke Piriang Tapiko, Tibung. Bahkan tembus ke Somba Majene,"katanya.
Ali Baal berharap, dengan selesainya pekerjaan jembatan tersebut distribusi bahan-bahan pokok tidak didominasi lagi di Wonomulyo. Tapi yang di Tu'bi juga lari ke Tinambung, Limboro dan Alu.
"Saya mengajak masyarakat untuk mensyukuri hadirnya pembangunan ini. Kita gunakan baik-baik fasilitas ini, dirawat baik-baik jangan hanya mengharap pemerintah, masyarakat juga harus merawat karena mereka (masyarakat) adalah objek dan subjek pembangunan,"tuturnya.