Pria Kumala Permai Makassar ini Ditemukan Tewas Mengenaskan, Semasa Hidup Suka Binatang
Dia, Al Bayan (31), merupakan anggota sekaligus salah satu pendiri komunitas pecinta kucing Castel.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mayat yang gegerkan warga Komplek Kumala Permai, Blok M 7 Jl Muhammad Tahir, Makassar, Jumat (8/11/2019) sore, diketahui merupakan anggota Komunitas pecinta kucing.
Dia, Al Bayan (31), merupakan anggota sekaligus salah satu pendiri komunitas pecinta kucing Castel.
Hal itu diungkapkan rekan Al Bayan, Rehan (23).
Menurut Rehan, ia terakhir kali mendapat kabar dari Albayan tiga hari lalu.
"Terkahir saya dichat whatsApp sama dia (Albayan), tiga hari lalu tanggal 5 (November 2019). Dia kirimiki gambar assalamu alaikum, tapi saya tidak balas karena tidurma, subuhnya baru saya baca," ujar Rehan ditemui di TKP.
• Moms Milennials Jangan Ketinggalan, Ikuti Parent Session di Hotel Santika,Catat Tanggalnya!
• VIDEO: Pemuda Nepo Barru Sambut Tamu dari Perwakilan Enam Negara
• Keponakan Diperkosa Hingga Hamil, 4 Paman Korban Balas Dendam
Semenjak itu, lanjut Rehan, ia dengan Albayan sudah tidak lagi berkomunikasih
Rehan tidak menyangka, Albayan meninggal dunia dalam kondisi yang cukup tragis.
Pasalnya, kata Rehan, Albayan dikenal sosok yang baik, ramah, mudah bergaul dan tidak pernah mencari-cari masalah.
"Baik sekali orangnya kasihan, taat beribadah (salat), ramah, tidak pernah cari-cari masalag sama orang," ujarnya.
Sepengetahuan Rehan, selain pecinta kucing, Albayan juga memiliki usaha air mineral (kangen water).
Kematian Albayan membuat warga Komplek Kumala Permai geger.
Musabahnya, Albayan ditemukan meninggal dalam kondisi leher tergantung seutas tali.
Tali itu terikat di dekat pintu kamar yang berada di lantai dua rumahnya.
Betisnya sudah menghitam atau bengkak dan mengeluarkan bau.
Polisi juga menemukan adanya simbahan darah di sekitar lokasi.