Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUN WIKI

Kabupaten Bulukumba

Kabupaten Bulukumba adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Anita Kusuma Wardana
Tribunbulukumba.com
Kabupaten Bulukumba adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM - Kabupaten Bulukumba adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Ibu kota kabupaten ini terletak di Kota Bulukumba.

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.154,67 km².

Kabupaten Bulukumba mempunyai 10 kecamatan, 27 kelurahan, serta 109 desa.

Berada kurang lebih 163,6 km dari Kota Makassar Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, yang dapat ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih 4 jam 20 menit.

Keindahan objek wisata Mandala ria Beach saat Tim Tour Maxi Yamaha Adventure 2019 with Tribun Timur melakukan eksplorasi wisata yang terletak di Kecamatan Bontobahari, Sulsel, Kamis (19/9).Objek wisata Mandala ria Beach terletak sekitar 36 kilometer dari pusat kota Bulukumba yang merupakan salah satu pilihan destinasi wisata di Bumi Panrita Lopi.
Keindahan objek wisata Mandala ria Beach saat Tim Tour Maxi Yamaha Adventure 2019 with Tribun Timur melakukan eksplorasi wisata yang terletak di Kecamatan Bontobahari, Sulsel, Kamis (19/9).Objek wisata Mandala ria Beach terletak sekitar 36 kilometer dari pusat kota Bulukumba yang merupakan salah satu pilihan destinasi wisata di Bumi Panrita Lopi. (sanovra jr / tribun timur)

Sejarah

Seperti dilansir dari bulukumbakab.go.id Mitologi penamaan “Bulukumba”, konon bersumber dari dua kata dalam bahasa Bugis yaitu “Bulu’ku” dan “Mupa” yang dalam bahasa Indonesia berarti “masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya”.

Mitos ini pertama kali muncul pada abad ke–17 Masehi ketika terjadi perang saudara antara dua kerajaan besar di Sulawesi yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone.

Di pesisir pantai yang bernama “Tanahkongkong“, disitulah utusan Raja Gowa dan Raja Bone bertemu, mereka berunding secara damai dan menetapkan batas wilayah pengaruh kerajaan masing-masing.

“Bangkeng Buki”, yang merupakan barisan lereng bukit dari Gunung Lompo Battang diklaim oleh pihak kerajaan Gowa sebagai batas wilayah kekuasaannya mulai dari Kindang sampai ke wilayah bagian Timur.

Namun pihak kerajaan Bone berkeras mempertahankan Bangkeng Buki sebagai wilayah kekuasaannya mulai dari Barat sampai ke Selatan.

Berawal dari peristiwa tersebut kemudian tercetuslah kalimat dalam bahasa Bugis “Bulukumupa”, yang kemudian pada tingkatan dialek tertentu mengalami perubahan proses bunyi menjadi “Bulukumba”.

Konon sejak itulah nama Bulukumba mulai ada, dan hingga saat ini resmi menjadi sebuah kabupaten.

Peresmian Bulukumba menjadi sebuah nama kabupaten dimulai dari terbitnya Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 1959 tentang bentukan Daerah Daerah Tingkat II di Sulawesi, yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bulukumba Nomor 5 Tahun 1978 tentang Lambang Daerah.

Akhirnya setelah dilakukan seminar sehari pada tanggal 28 Maret 1994 dengan narasumber Prof. Dr. H. Ahmad Mattulada (ahli sejarah dan budaya), maka ditetapkanlah hari jadi Kabupaten Bulukumba, yaitu tanggal 4 Februari 1960 melalui Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 1994 tentang Hari Jadi Kabupaten Bulukumba.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved