Mertua Bunuh Menantu di Jeneponto

Tikam Menantu Hingga Tewas, Karim Warga Jeneponto Bakal di Penjara 15 Tahun

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan awalnya korban dan pelaku sama-sama minum minuman keras jenis Ballo

Tikam Menantu Hingga Tewas, Karim Warga Jeneponto Bakal di Penjara 15 Tahun
ikbal/tribunjeneponto.com
Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman 

Usai minum Ballo, keduanya terlibat cekcok dan berkelahi kemudian Karim (50) menikam Jufri dengan senjata tajam jenis badik.

 Kenapa? Hotman Paris Berhenti Jadi Pengacara Setelah 36 Tahun, Andalkan Penghasilan Ini di Masa Tua

"Berdasarkan keterangan pelaku bahwa awal mulanya korban dengan pelaku masih bersama sama minum ballo," kata AKP Syahrul.

"Kemudian di lokasi terjadi selisih paham akhirnya berujung konflik, akibat kejadian tersebut korban dianiaya hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas," tuturnya.

 Pengusaha Parepare Gugat Ayah, Begini Penilaian Eks Karyawannya Mukti Rahim

Tewas Ditikam Mertua Sendiri di Jeneponto, Jufri Tinggalkan Seorang Anak dan Isteri

steri pelaku pembunuhan seakan tak terima orang yang disayangnya tewas ditangan orang tuanya sendiri.

Ratih isteri Jufri hanya terus menangis mengetahui sang suami tewas ditikam usai minum miras tradisional jenis ballo.

 Pengusaha Parepare Gugat Ayah, Begini Penilaian Eks Karyawannya Mukti Rahim

 5 Fakta Prinsa Shafira Mundur dari Indonesian Idol, Netizen Sebut Sakit Settingan Agar Ratting Naik

 KRONOLOGI Driver GoJek Nangis, Orderan Rp 200 Ribu Dibatalkan Pelanggan, Kisah Sedih di Baliknya

 Gubernur Sulsel Ikut Nonton Film Ati Raja di TSM Makassar

 Nyambi Jual Sabu, Siswa SMA di Palopo Diringkus Polisi

Jufri (30) tewas usai ditikam menantunya bernama Karim (50) usai minum miras tradisional jenis Ballo bareng, Kamis (7/11/2019) dini hari tadi.

Akibat tikaman tiga luka tusuk pada bagian dada sebelah kanan membuatnya meninggal dunia.

"Bura'nengku kareng (suamiku Tuhan)," tangis Ratih.

Ibu satu orang anak itu tak habis pikir sang suami tewas dengan cara mengenaskan.

Diketahui, Jufri meninggalkan seorang isteri dan seorang anak perempuan yang masih berumur sekitar 3 tahun.

Pria 30 tahun itu dimakamkan di Desa Kaluku, Kecamatan Batang, Jeneponto usai dilakukan visum di RSUD Lanto Dg Pasewang.

Diketahui, Pembunuhan sadis kembali terjadi di Jeneponto tepatnya di Dusun Parang-parang, Desa Mangepong, Kecamatan Turatea, Kamis (7/11/2019) dini hari.

Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul mengatakan awalnya korban dan pelaku sama-sama minum minuman keras jenis Ballo

Usai minum Ballo, keduanya terlibat cekcok dan berkelahi kemudian Karim (50) menikam Jufri dengan senjata tajam jenis badik.

" Berdasarkan keterangan pelaku bahwa awal mulanya korban dengan pelaku masih bersama sama minum ballo," kata AKP Syahrul.

Kemudian di lokasi terjadi selisih paham akhirnya berujung konflik, akibat kejadian tersebut korban dianiaya hingga meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas, tuturnya.

Suasana rumah Jufri korban penikaman di Mengepong Jeneponto.
Suasana rumah Jufri korban penikaman di Mengepong Jeneponto. (ikbal/tribunjeneponto.com)

Mantan Kapolsek Tamalatea itu menjelaskan antara korban dan pelaku masih hubungan keluarga.

" Korban ditemukan dalam keadaan terbaring dan bersimbah darah di bawah got tepatnya di depan rumah Irma yang kemudian korban langsung di larikan ke Puskesmas Bululoe, untuk mendapat pertolongan namum dalam perjalanan korban meninggal dunia," jelasnya.

Lanjut Syahrul motif dari kejadian ini masih didalami namun diduga dipicu kesalah pahaman. (TribunJeneponto.com)

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 

 

 

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved