Seorang Polisi Jadi Tersangka Penembakan Mahasiswa Kendari, Uji Balistik Polri Jadi Dasarnya

POLRI menetapkan satu tersangka penembak mahasiswa saat demonstrasi di depan Kantor DPRD Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 26 September 2019.

Seorang Polisi Jadi Tersangka Penembakan Mahasiswa Kendari, Uji Balistik Polri Jadi Dasarnya
Kolase Tribun Timur/ Handover
Video Detik-detik Mahasiswa Kendari Randi Tergeletak Usai Terkena Peluru dari Penembak Misterius 

TRIBUN TIMUR.COM, KENDARI - Harapan dari keluarga dan mahasiswa Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara kepada aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku penembak mahasiswa di kampus itu akhirnya membuahkan hasil.

POLRI menetapkan satu tersangka penembak mahasiswa saat demonstrasi di depan Kantor DPRD Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 26 September 2019.

Siapa Andi Zulkarnain? Ajak Warga Lutim Awasi Komite Sekolah

20 Ribu Kupon Kembali Diundi di HUT ke-17 Periode Kedua Toko Alaska

Lelang Kendaraan, Pemkot Palopo Memaksimalkan Pengelolaan Aset Daerah

Terciduk Curi Gas Elpiji, Tiga Remaja Diamankan Polres Barru

Terciduk Curi Gas Elpiji, Tiga Remaja Diamankan Polres Barru

 

Satu tersangka itu adalah polisi berinisial Brigadir AM, yang segera ditahan.

Hal tersebut diungkapkan Kasubdit 5 Dirpidum Bareskrim Kombes Chuzaini Patoppoi, saat konferensi pers hasil penyidikan dan penyelidikan kasus penembakan mahasiswa Kendari.

Ketika itu, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Yusuf Kardawi dan Randi, tewas tertembak.

Dari hasil olah TKP, Patoppoi mengatakan, pihaknya mendapatkan tiga proyektil peluru dan enam selongsong yang ada di tempat kejadian.

Dari hasil identifikasi uji balistik, barang bukti tersebut memiliki kesamaan dengan senjata milik enam anggota Polri saat mengamankan aksi demonstrasi.

"Hasil pemeriksaan uji balistik, selongsong peluru maupun 3 proyektil peluru disandingkan dengan 6 senjata api yang diduga dibawa oleh 6 anggota Polri."

"Yang telah ditetapkan sebagai terduga pelanggar disiplin, ditemukan keidentikan," kata Patoppoi saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Sebelumnya, Polri memberikan sanksi disiplin untuk enam anggota Polda Sultra yang ketahuan membawa senjata api, saat pengamanan demonstrasi di depan Kantor DPRD Kendari, Sulawesi Tenggara.

Halaman
1234
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved