Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Dugaan Korupsi Anggaran Desa Tungka Masuki Tahap II

Menurutnya, pelimpahan tahap kedua kali ini adalah penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke penuntut umum.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Syamsul Bahri
Muh Azis Albar/Tribun Enrekang
Kasi Pidsus Kejari Enrekang, Nasaruddin Nas 

"Kita belum bisa perkirakan kapan direalisasikan karena masih sementara diupayakan perencanaannya. Pokoknya kita cari bantuan APBN dulu untuk bantu wujudkan itu," ujar Asman, Senin (4/11/2019).

Asman mengatakan, akan banyak keuntungan jika bandara perintis itu telah dibangun di Kabupaten Enrekang.

Seperti akan mempermudah akses transportasi untuk ke beberapa daerah Ajatappareng semisal Kabupaten Enrekang, Pinrang, Sidrap, Wajo ataupun Pare-pare.

Selain itu, adanya bandara juga akan mengirit biaya perjalanan dinas OPD karena akan efisien dan efektif dalam bekerja, khususnya dalam berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Sebab, perjalanan dinas yang biasanya butuh waktu 2-3 hari perjalanannya akan bisa dipangkas menjadi sehari saja, termasuk urusan bisni para pengusaha dan masyarakat.

Hal positif lainnya adalah akan menambahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan tentu akan mendorong pariwisata dan peningkatan perekonomian.

"Pokoknya ada banyak keuntungan, karena akses transportasi mudah dan kegiatan-kegiatan serta jalur koordinasi antara pusat dan daerah," tuturnya.

Angkasa Pura I Akan Kelola 10 Bandara Perintis

PT Angkasa Pura I kini memperluas basis bisnisnya dengan menggarap pengembangan bandar udara (bandara) perintis.

Sekitar 10 bandara perintis dibeberapa kawasan seperti Papua, Sulsel, ‎hingga Kalimantan akan dikelola dengan meningkatkan kapasitas bandaranya melalui pelayanan yang lebih terintegrasi.

Corporate Secretary Angkasa Pura I, Farid Indra Nugraha mengatakan, dalam proyek tersebut pihaknya mulai menjajaki kerjasama dengan perusahaan asing pengelola bandara seperti Korea, India maupun Pranci‎s.

"Kami harap bisa mengerjakan proyek ini secara internal perusahaan, namun jika memungkinkan akan kita gaet ‎perusahaan mitra," katanya disela-sela sosialisasi Pengendalian Gratifikasi oleh Tim KPK di Sandeq 
Ballroom Grand Clarion Hotel, Selasa (24/6/2014) kemarin.

Menurut Farid, pengelolaan bandara perintis bukan hanya terkait profit namun bagaiamana meningkatkan layanan penerbangan antar bandar udara melalui jalur konektifitas penerbangan.

Selama ini bandara perintis kata Farid masih kurang baik pengelolaannya sehingga maskapai pun enggan menanamkan investasi untuk membuka jalur penerbangan terutama daerah pelosok.

Ke dep‎an pihaknya memproyeksikan bandara perintis akan menjadi penopang dari pelayanan di bandara-bandara utama.

Sayangnya Farid masih enggan membeberkan anggaran investasi  dari pengelolaan 10 bandar udara perintis tersebut. Ia hanya berharap melalui upaya serupa Perseroannya dapat mengejar target pendapatan tahun ini hingga Rp 1,5-1,6 triliun dari pendapatan tahun lalu sebesar Rp 1,3 triliun.

Angkasa Pura I‎ sendiri telah mengelola  13 bandara utama dibeberapa wilayah seperti Jogja, Solo, Semarang, Surabaya, Makassar, Denpasar, Lombok, Kupang, Balikpapan, bajanrmasin, ambon, Manado, dan Biak.‎ 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

A

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved