Tasya Tribuwana Dinobatkan Duta Anti Narkoba Oleh Granat Maros
Sebanyak 20 finalis yang telah mengikuti beberapa rangkaian kegiatan, beradu kemampuan dan penampilan dalam malam puncak pemilihan duta anti Narkoba.
Penulis: Amiruddin | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Pemilihan duta anti narkoba Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), sukses digelar oleh Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) bersama Ikatan Duta Anti Narkotika (Ikanara) Maros.
Sebanyak 20 finalis yang telah mengikuti beberapa rangkaian kegiatan, beradu kemampuan dan penampilan dalam malam puncak pemilihan duta anti Narkoba.
Acara tersebut dihelat di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, pada Sabtu-Minggu (2-3/11/2019).
Baca: SEDANG BERLANGSUNG Link Live Streaming TV Online Indosiar Madura United vs Persipura, Akses di Sini
Puncak pemilihan itu diakhiri dengan pengumuman juara.
Peringkat pertama putra dan putri diraih perwakilan Kecamatan Lau, Ersa Syah Reza, dan perwakilan dari Kecamatan Mandai, Tasya Tribuwana.
Di urutan ke dua, diraih oleh M Tri Julianto dan Kartini Arsyad, serta di posisi ketiga, Muh Ikhsan dan Suci Agriani Idrus.
Baca: Tipe Magnolia Kluster Silver Sand Terjual Habis di Open House CitraLand Tallasa City Makassar
Sementara untuk finalis lainnya, diberikan juara berdasarkan kategori yang telah ditentukan oleh panitia.
Mulai dari kategori intelegensia, best social media, best public relation hingga juara favorit.
Ketua Granat Maros, Muhammad Bakri, mengatakan malam puncak pemilihan itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan pemilihan duta anti narkoba.
Sebelumnya kata dia, selama lebih satu bulan, 20 finalis ini mengikuti berbagai kegiatan dan penilaian dari panitia.
Baca: Keinginan Bertemu Belum Kesampaian, Ternyata ini Bagian Paling Disukai Hotman Paris dari Ceramah UAS
"Malam puncak itu hanya penutupan acara saja. 20 orang ini semuanya merupakan duta anti narkoba Maros yang sudah kita gembleng sejak sebulan terakhir. Mereka akan mengabdi sebagai duta selama satu tahun ke depan," kata Muhammad Bakri, via rilis ke tribun-maros.com, Minggu (3/11/2019).
Kegiatan yang sudah digelar selama 3 tahun berturut-turut itu, diharapkan bisa membuat generasi muda ikut mengambil peran penting, dalam upaya pencegahan narkoba khususnya Maros.
Terlebih saat ini, narkoba sangat marak beredar di kalangan generasi muda.
Baca: Keinginan Bertemu Belum Kesampaian, Ternyata ini Bagian Paling Disukai Hotman Paris dari Ceramah UAS
"Mereka ini kita harapkan bisa menjadi influencer di komunitas mereka masing-masing. Karena kan mereka semua beda-beda latar belakang, ada pelajar dan mahasiswa," ujarnya.
Selain pemilihan, Granat Maros juga memberikan penghargaan kepada instansi yang dinilai selama ini ikut andil dalam upaya pencegahan Narkoba di Maros.
"Kita juga berikan award ke Camat Maros Baru, Kades Majannang dan Semen Bosowa yang dinilai punya komitmen bersama dengan kami," lanjutnya.
Baca: Pemkab Gowa Kebut Perbaikan Jalanan
Sementara itu, Kapolres Maros, AKBP Yohannes Richard yang menghadiri acara itu, mengimbau kepada seluruh finalis untuk segera membuat agenda upaya pencegahan narkoba di tengah masyarakat.
Menurutnya, ajang ini tidak boleh hanya seremonial saja, tapi harus ada langkah kongkret setelahnya.
"Kami sangat berharap, kegiatan ini tidak hanya seremoni saja. Ke depannya harus ada langkah-langkah kongkret dari teman-teman duta untuk membuat program bersama sesegera mungkin," ujarnya.
Baca: Dikenal Pembela Jokowi, Ade Armando Ternyata Sepemikiran dengan Rocky Gerung Terkait Hal ini
Selain Kapolres Maros, beberapa pejabat juga hadir dalam kegiatan itu, di antaranya anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Wakil Ketua DPRD Maros Chaidir Syam, Kasi Intel Kejari Maros Dhevid Setiawan, Wawan Mattaliu, Ketua KNPI Maros Herwan, dan lainnya.
Baca: VIDEO: Komunitas Wajo Runners Gelar Aksi Bersih Lapangan Merdeka Sengkang
Tiga Polisi Ditangkap Nyabu, Granat Maros: Harus Ada Tes Urine Berkala
TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Tiga oknum anggota kepolisian yang ditangkap tim Ditresnarkoba Polda Sulsel, dinilai sangat menciderai kepercayaan warga terhadap Polri.
Tiga onkum polisi tersebut dibekuk saat sementara pesta sabu di Hotel Kolonial, Kota Makassar, Sabtu (23/2/2019) dini hari.
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Muh Bakri mengatakan, keterlibatan oknum polisi pada kasus narkoba, memprihatinkan.
Baca: Bosowa Runners Tempatkan Dua Pelarinya di Podium Fun Run REI-OJK 2019
"Oknum itu bisa menghilangkan kepercayaan publik. Selama ini Polisi gencar melakukan penindakan, namun internal sendiri belum beres," kata Bakri, Minggu (24/2/2019).
Bakri curiga, masih ada oknum lain yang terlibat kasus sabu. Hanya saja, tiga oknum tersebut yang baru terungkap.
Pelaku harus dicopot sebagai polisi secara tidak terhormat. Hal itu akan membuat kepercayaan warga, tidak hilang sepenuhnya.
Baca: TRIBUNWIKI: Sejarah Jalan Gatot Subroto, Dikenal Sebagai Tentara yang Solider
"Pimpinan Kepolisian harus mencopot secara tidak terhormat, jika mau nama institusinya masih dipercaya oleh warga. Itu juga harus diproses secara hukum," katanya.
Selain itu, Bakri juga melalukan tes urine kepada semua personel termasuk Polres dan Polsek jajaran. Hal itu harus dilakukan untuk memastikan personel bersih dari narkoba.
Pimpinan Polri kecolongan, karena kurangnya tes urine secara berkala. Seharusnya, setiap enam bulan atau satu tahun dilakukan tes urine.
Baca: Oppo Kenalkan Smartphone 5G dan 10x Lossless Zoom, Ini Kecanggihannya
"Kami curiga, masih ada oknum lain yang biasa terlibat sabu. Khususnya di daerah marak peredaran, seperti Parepare, Pinrang, Sidrap dan Wajo," katanya.
Tes urine harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Polri bisa mengucurkan anggaran, khusus tes urine berkala bagi personel.
Tiga anggota Polri yang ditangkap usai pesta Sabu di Hotel Kolonial, diketahui termasuk dalam kategori, bandar, kurir dan pengedar.
Hal itu dijelaskan Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani dalam rilis keterangan kasus, Sabtu (23/2/2019).
Baca: Kepala Desa Tenrigangkae Bakal Sulap Tempat Pembuangan Sampah Jadi Wisata Kuliner
Kombes Dicky mengatakan, ketiga oknum anggota Polri diamankan di kamar hotel bersama seorang wanita, Asriani (29).
Tiga anggota Polri berpangkat Brigadir Polisi (Brigpol) ditangkap di kamar 701 hotel Kolonial.
Tiga anggota Polri itu, Brigpol Herianto, Brigpol Sri Amar, dan Brigpol Ruslan.
Dicky menjelaskan, penangkapan ini berdasarkan dari info masyarakat.
Baca: 5 Tempat Paling Menakutkan di Bumi, Hotel & Bekas Penjara hingga Pulau Boneka, Berani Berkunjung?
"Setelah diperiksa keempat orang ini positif menggunakan narkoba, ada barang buktinya juga," jelas Dicky.
Tiga anggota Polri, Brigpol Herianto (38) adalah warga asal Jl Inspeksi Kanal, Kelurahan Pampang.
Herianto merupakan anggota Sabhara Polda Sulsel, rekomendasi PTDH, Disersi dan Narkoba.
Baca: Pusakata Meriahkan MLD Spot Drezzing Up di Lapangan Kaveleri Makassar
Lalu, Brigpol Sri Amar (37) warga kompleks Unhas, Jl Sunu, Tallo, BKO di SDM Polda Sulsel.
Kemudian Brigpol Ruslan (33) warga asal Lasuloro, Manggala, anggota Den A Brimob Sulsel.
Sementara itu, seorang warga, perempuan, Asriani (29) warga Kompleks Green River View, Makassar.(*)
Laporan Wartawan TribunMaros.com, @anchakaumanshar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pemilihan-duta-ant2.jpg)