Tasya Tribuwana Dinobatkan Duta Anti Narkoba Oleh Granat Maros
Sebanyak 20 finalis yang telah mengikuti beberapa rangkaian kegiatan, beradu kemampuan dan penampilan dalam malam puncak pemilihan duta anti Narkoba.
Penulis: Amiruddin | Editor: Imam Wahyudi
"Kita juga berikan award ke Camat Maros Baru, Kades Majannang dan Semen Bosowa yang dinilai punya komitmen bersama dengan kami," lanjutnya.
Baca: Pemkab Gowa Kebut Perbaikan Jalanan
Sementara itu, Kapolres Maros, AKBP Yohannes Richard yang menghadiri acara itu, mengimbau kepada seluruh finalis untuk segera membuat agenda upaya pencegahan narkoba di tengah masyarakat.
Menurutnya, ajang ini tidak boleh hanya seremonial saja, tapi harus ada langkah kongkret setelahnya.
"Kami sangat berharap, kegiatan ini tidak hanya seremoni saja. Ke depannya harus ada langkah-langkah kongkret dari teman-teman duta untuk membuat program bersama sesegera mungkin," ujarnya.
Baca: Dikenal Pembela Jokowi, Ade Armando Ternyata Sepemikiran dengan Rocky Gerung Terkait Hal ini
Selain Kapolres Maros, beberapa pejabat juga hadir dalam kegiatan itu, di antaranya anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Wakil Ketua DPRD Maros Chaidir Syam, Kasi Intel Kejari Maros Dhevid Setiawan, Wawan Mattaliu, Ketua KNPI Maros Herwan, dan lainnya.
Baca: VIDEO: Komunitas Wajo Runners Gelar Aksi Bersih Lapangan Merdeka Sengkang
Tiga Polisi Ditangkap Nyabu, Granat Maros: Harus Ada Tes Urine Berkala
TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Tiga oknum anggota kepolisian yang ditangkap tim Ditresnarkoba Polda Sulsel, dinilai sangat menciderai kepercayaan warga terhadap Polri.
Tiga onkum polisi tersebut dibekuk saat sementara pesta sabu di Hotel Kolonial, Kota Makassar, Sabtu (23/2/2019) dini hari.
Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Muh Bakri mengatakan, keterlibatan oknum polisi pada kasus narkoba, memprihatinkan.
Baca: Bosowa Runners Tempatkan Dua Pelarinya di Podium Fun Run REI-OJK 2019
"Oknum itu bisa menghilangkan kepercayaan publik. Selama ini Polisi gencar melakukan penindakan, namun internal sendiri belum beres," kata Bakri, Minggu (24/2/2019).
Bakri curiga, masih ada oknum lain yang terlibat kasus sabu. Hanya saja, tiga oknum tersebut yang baru terungkap.
Pelaku harus dicopot sebagai polisi secara tidak terhormat. Hal itu akan membuat kepercayaan warga, tidak hilang sepenuhnya.
Baca: TRIBUNWIKI: Sejarah Jalan Gatot Subroto, Dikenal Sebagai Tentara yang Solider
"Pimpinan Kepolisian harus mencopot secara tidak terhormat, jika mau nama institusinya masih dipercaya oleh warga. Itu juga harus diproses secara hukum," katanya.
Selain itu, Bakri juga melalukan tes urine kepada semua personel termasuk Polres dan Polsek jajaran. Hal itu harus dilakukan untuk memastikan personel bersih dari narkoba.
Pimpinan Polri kecolongan, karena kurangnya tes urine secara berkala. Seharusnya, setiap enam bulan atau satu tahun dilakukan tes urine.
Baca: Oppo Kenalkan Smartphone 5G dan 10x Lossless Zoom, Ini Kecanggihannya
"Kami curiga, masih ada oknum lain yang biasa terlibat sabu. Khususnya di daerah marak peredaran, seperti Parepare, Pinrang, Sidrap dan Wajo," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pemilihan-duta-ant2.jpg)