Sappe, Warga Parepare Anggap BPJS Kesehatan Proyek Gagal Negara

"Kami selaku warga, merasa tidak setuju dengan kenaikan program BPJS kesehatan. Karna ini adalah program mencekik," kata Sappe kepada TribunParepare.c

Sappe, Warga Parepare Anggap BPJS Kesehatan Proyek Gagal Negara
Darullah/tribunparepare.com
Sappe (32), salah satu warga Parepare, menganggap BPJS Proyek gagal pemerintah. 

TRIBUN-PAREPARE.COM, PAREPARE - Setelah BPJS Kesehatan dinyatakan naik 100%, salah seorang warga Parepare, Sappe (32) menganggap bahwa BPJS adalah proyek negara yang gagal.

Pihaknya mengatakan bahwa, tidak setuju dengan program kenaikan BPJS Kesehatan tersebut.

"Kami selaku warga, merasa tidak setuju dengan kenaikan program BPJS kesehatan. Karna ini adalah program mencekik," kata Sappe kepada TribunParepare.com, Rabu (30/10/2019) siang.

VIDEO: Begini Pengakuan Bocah Korban Pemerkosaan di Jeneponto

 ILC Tadi Malam, Mahfud MD Bicara Deradikalisasi, Haikal Hassan: Jangan itu, yang Berantakan Ekonomi

Lowongan Kerja Reporter Daerah Tribun Timur, Buruan Daftar, Sisa 5 Hari

"BPJS bukan lagi perogram gotong royong, atau tolong menolong. Karna dimana masyarakat dipaksakan untuk membayar premi, ketika ia menjadi peserta BPJS Mandiri," ujarnya.

"Yang menjadi porsoalan, ketika didalam sebuah rumah tangga ada 9 orang keluarga, dan tidak mampu membayar iuran BPJS tersebut, maka baginya tidak ada jalan untuk keluar menjadi peserta BPJS tersebut," papar Sappe.

"Saya anggap BPJS ini, adalah proyek gagal untuk negara kita," imbuhnya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa BPJS tidak memberikan pelayanan, akan tetapi yang memberikan pelayanan adalah tenaga midik, perawat, dokter.

VIDEO: Begini Pengakuan Bocah Korban Pemerkosaan di Jeneponto

 ILC Tadi Malam, Mahfud MD Bicara Deradikalisasi, Haikal Hassan: Jangan itu, yang Berantakan Ekonomi

Lowongan Kerja Reporter Daerah Tribun Timur, Buruan Daftar, Sisa 5 Hari

"Bagaimana mungkin seorang perawat atau dokter memberikan pelayanan secara maksimal, kalau mereka tersangkut oleh uang jasa," ungkapnya.

"BPJS banyak menunggak pembayarannya ke rumah sakit, sehingga rumah sakit juga memberikan pelayanan yang kurang maksimal," beber Sappe.

Sappe beralamatkan di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulsel.

Laporan wartawan TribunParepare.com, Darullah, @uull_darullah.

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Darullah
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved