CITIZEN REPORT

LPPM Unhas Latih Warga Desa Pasempe di Bone tentang Pengelolaan Konflik Sosial

Laporan Dr M Iqbal Latief, Tim Pengabdian Masyarakat LP2M Universitas Hasanuddin. Melaporkan dari Kabupaten Bone

LPPM Unhas Latih Warga Desa Pasempe di Bone tentang Pengelolaan Konflik Sosial
Dokumen LPPM Unhas
LPPM Unhas bersama peserta pelatihan konflik sosial di Kabupaten Bone, Senin (28/10/2019) 

Dr M Iqbal Latief
Tim Pengabdian Masyarakat LP2M Universitas Hasanuddin
Melaporkan dari Kabupaten Bone

Dalam upaya menangani setiap potensi konflik yang terjadi di masyarakat, aparat di desa pun harus mengenali sejak dini bibit-bibit potensi konflik yang ada di daerahnya masing-masing.

Karena itu, perlu diupayakan penguatan kelembagaan desa dalam mengelola konflik sosial yang terjadi di masyarakat.

Untuk itulah Lembaga Penelitian dan Pengabadian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin melakukan pelatihan “Pengelolaan Konflik Sosial Bagi
Kelembagaan Desa yang dipusatkan di Desa Pasempe, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone belum lama ini.

Pelatihan ini melibatkan 30 peserta. Di antaranya imam desa, BPD, LPM, BUMDes, kepala dusun, kader posyandu, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.

Pasien Gizi Buruk Dipulangkan Lalu Meninggal, Ini Kata RS Wahidin Makassar

Suku Bunga Acuan Turun Tapi Bunga KPR Tidak, Ini Kata BI dan Ketua REI Sulsel

Turut hadir Tim Pengabdian Masyarakat LP2M Universitas Hasanuddin. Di antaranya Arsyad Genda MSi dan Suryanto SSos MSi.

Acara yang berlangsung sehari penuh ini juga dihadiri Kepala Desa Pasempe, tokoh masyarakat Bone Aksi Hamzah dan sejumlah aparatur desa.

Pelatihan ini dimaksudkan agar seluruh pemangku kepentingan di desa dapat mengantisipasi potensi konflik yang terjadi di masyarakat, baik yang berasal dari dalam maupun di luar lingkungan desa.

Selalu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat LP2M Universitas Hasanuddin, saya menguraikan bahwa kegiatan ini adalah merupakan bagian dari program pengabdian pada masyarakat yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-63 Unhas.

Dalam pelatihan ini pendekatan yang dipakai adalah pendekatan partisipatif di mana masyarakat menjadi bagian dari sumber informasi terkait permasalah apa saja yang muncul di Desa Pasempe.

Potensi-potensi dalam mendukung upaya penyelesaian konflik dan identifikasi lembaga-lembaga yang ada serta bagaimana kontribusi dalam mengelola konflik sosial.

Hasil pelatihan diharapkan, terbentuknya kelompok dan kelembagaan lokal yang mampu menjembatani masalah-masalah social didalam masyarakat desa khususnya yang terkait dengan potensi konflik. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved