Tiga Jurnalis Dianiaya Polisi, LBH Pers Makassar Tagih Janji Kapolda Sulsel

Menurut tim hukum LBH Pers Makassar Firmansyah, Kapolda harusnya komitmen dengan janjinya yang akan menuntaskan kasus penganiayaan

muslimin emba/tribun-timur.com
Seorang jurnalis terkena anak panah (busur) saat meliput aksi demonstrasi ricuh di Jl AP Pettarani, Makassar, Jumat (27092019) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - LBH Pers Makassar tagih janji Kapolda Sulsel, Irjen Mas Guntur Laupe terkait kasus tiga jurnalis yang diduga dianiaya oknum polisi.

Menurut tim hukum LBH Pers Makassar Firmansyah, Kapolda harusnya komitmen dengan janjinya yang akan menuntaskan kasus penganiayaan terhadap tiga jurnalis.

"Kami menangih komitmen dan keseriusan Kapolda dalam mennuntaskan kasus ini," tegas Firmasnyah saat ditemui di kantor LBH Pers, Senin (28/10/2019) malam.

Baca: Koleganya Segera Terima Gaji Perdana, Bagaimana dengan Legislator PPP Makassar Rachmat Taqwa?

Kata Firmansyah, berdasarkan ketentuan Perkap 14/2012 pasal 3. Harusnya Polda dalam proses penegakan hukum harusnya transparan ke publik dan kepada korban.

Namun faktanya hingga saat ini korban, belum juga mendapat kepastian hukum. Apakah, status perkaranya itu telah naik ke tingkat penyidikan atau di penyelidikan.

Baca: VIDEO: Kerabat Andi Rahim Ambil Formulir di Partai Hanura Luwu Utara

"Berdasarkan pada Lp/B/347/IX/2019 ini tanggal 26 September 2019, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah laporanya ditindak lanjuti atau tidak," kata Firman.

Padahal, tim LBH Pers telah menyerahkan bukti-bukti seperti foto dan video serta memperlihatkan baju Korban kepada tim penyidik Ditreskrikum maupun Propam.

Baca: Lama Dicari, Warga Panyili Bone Ditemukan Tewas di Semak-semak Kebun Jati

Dengan begitu menurut pihak LBH Pers, harusnya pihak penyidik sudah menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke tingkap penyidikan, dan dilakukan gelar.

"Masa sudah sebulan ini belum ada juga perkembangan, terdangka atau siapa yang telah diperiksa atau ditahan. Ini malahan tifak ada perkembangan," jelas Firman.

Baca: Warga Bittuang dan Masanda Dapat Bantuan 100 Ekor Ternak Kerbau

Untuk itu, LBH Pers mempertanyakan hal-hal dan keseriusan penyidik Ditreskrimum maupun Bid Propam Polda Sulsel dalam menangani kasus kekerasan tiga jurnalis.

Halaman
1234
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved