Harap Irjen Pol Laupe Konsisten, LBH Pers Surati Polda Sulsel Soal Kekerasan Tiga Jurnalis

Tim hukum LBH Pers harus menyurati tim Propam Polda, karena perkara kekerasan jurnalis belum ada perkembangannya.

Harap Irjen Pol Laupe Konsisten, LBH Pers Surati Polda Sulsel Soal Kekerasan Tiga Jurnalis
darul/tribun-timur.com
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, Fajriani Langgeng saat ditemui di ruang kerjanya. (darul) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Perkara kasus kekerasan tiga jurnalis, tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Kota Makassar pun menyurati tim Polda Sulsel.

Tim hukum LBH Pers harus menyurati tim Propam Polda, karena perkara kekerasan jurnalis belum ada perkembangannya.

"Hari ini kita sudah kirim surat itu ke pihak Polda," ungkap Direktur LBH Pers, Fajriani Langgeng, Senin (21/10/2019) siang.

Tim hukum LBH Pers berharap, tim Polda Sulsel dalam hal ini Kapolda Irjen Pol Mas Guntur Laupe bisa konsisten dengan ini.

Video:Pelantikan 5 Pimpinan Definitif DPRD Sulsel

 Ingin Kembangkan Pengajaran Bahasa Arab, UIN Makassar Jajaki Kerjasama dengan KJRI Jeddah

TERUNGKAP Maksud Tetty Paruntu Datang ke Istana Negara, Ternyata Bukan Diundang Presiden Jokowi

"Kami berharap kapolda fokus penangan kasus ini, jangan jadi pengabaian tahunan untuk kasus-kasus jurnalis," jelas Fajriani.

Alasan LBH Pers menyurati pihak Polda, karena proses kasus ini dinilai mengendap dan tidak diproses Propam Polda Sulsel.

Salah satu jurnalis Makassar, Darwin menjadi korban bentrokan antara polisi dan mahasiswa di depan kantor DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Makassar.
Salah satu jurnalis Makassar, Darwin menjadi korban bentrokan antara polisi dan mahasiswa di depan kantor DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Makassar. (istimewa)

Alasan Propam melalui surat untuk pihak LBH Pers, karena Propam masih tunggu hasil proses pidana dari Ditreskrimum.

Seperti diketahui, surat yang dikeluarkan Bid Propam ditandatangani Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Hotman Sirait.

Video:Pelantikan 5 Pimpinan Definitif DPRD Sulsel

 Ingin Kembangkan Pengajaran Bahasa Arab, UIN Makassar Jajaki Kerjasama dengan KJRI Jeddah

TERUNGKAP Maksud Tetty Paruntu Datang ke Istana Negara, Ternyata Bukan Diundang Presiden Jokowi

Sementara keterangan dari Direskrimum Kombes Andi Indra, pihaknya juga tunggu pemeriksaan etik dan disipilin tim Propam.

Diketahui, tiga jurnalis di Kota Makassar mengalami kekerasan aparat keamanan saat demo di DPRD Sulsel waktu lalu.

Waktu itu, pihak aparat keamanan Polda membubarkan massa aksi yang menolak sejumlah kebijakan, seperti Revisi UU KPK.

Tiga jurnalis, Darwin Fatir, Isak Pasabuan dan M Saiful Rania jadi korban kekerasan, dipukul, ditendang dan dihalangi. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved