Rilis

Ingin Kembangkan Pengajaran Bahasa Arab, UIN Makassar Jajaki Kerjasama dengan KJRI Jeddah

Berlangsung di Gedung Rektorat UIN Makassar, Senin (21/10/2019). Prof Hamdan didampingi Wakil Rektor IV, Dr Kamaluddin Abunawas.

Ingin Kembangkan Pengajaran Bahasa Arab, UIN Makassar Jajaki Kerjasama dengan KJRI Jeddah
UIN Makassar
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Prof Hamdan Juhannis, MA, Ph. D melakukan pertemuan dengan Konsul Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KJRI Jeddah, Agus Muktamar. Berlangsung di Gedung Rektorat UIN Makassar, Senin (21/10/2019). Prof Hamdan didampingi Wakil Rektor IV, Dr Kamaluddin Abunawas. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Prof Hamdan Juhannis, MA, Ph. D  melakukan pertemuan dengan Konsul Penerangan dan Sosial Budaya (Pensosbud) KJRI Jeddah, Agus Muktamar.

Berlangsung di Gedung Rektorat UIN Makassar, Senin (21/10/2019). Prof Hamdan didampingi Wakil Rektor IV, Dr Kamaluddin Abunawas.

Pertemuan membahas kemungkinan menjalin kerjasama antara UIN Makassar dengan beberapa institusi perguruan tinggi di Arab Saudi.

TERUNGKAP Maksud Tetty Paruntu Datang ke Istana Negara, Ternyata Bukan Diundang Presiden Jokowi

Ini Jasa Jusuf Kalla Paling Dikenang Bupati Barru

Gelar Konferensi Internasional HICOPOS 2019, FISIP Unhas Bahas Society 5.0

Prof Hamdan menyampaikan, UIN Makassar senantiasa membuka diri terhadap berbagai inovasi dan kemitraan dengan pihak lain.

Sebagai Kampus Peradaban, UIN Makassar tentu tidak hanya berkiblat ke satu pihak.

"Kami tidak hanya menjalin networking dengan kampus- kampus barat. Namun juga menekankan pentingnya bekerja sama dengan institusi pendidikan di Timur Tengah,"ujarnya.

"Landasan peradaban tentu saja dibangun di atas pondasi kemampuan berkomunikasi yang baik, sehingga Bahasa Arab menjadi keniscayaan dalam menggali kekayaan khazanah dan peradaban Islam," lanjut dia.

Menanggapi hal tersebut, Konsul Agus Muktamar menjelaskan, Arab Saudi saat ini tengah dalam proses transformasi sosial, ekonomi, dan budaya melalui Saudi Vision 2030.

Salah satu pilar penting dalam Saudi Vision adalah menjadikan Arab Saudi sebagai the heart of the Arab and Islamic Worlds.

"Saudi tengah mempromosikan Islam yang moderat dan toleran dan tentu saja medium yang paling utama untuk merasakan denyut nadi perdaban Islam adalah melalui pemahaman Bahasa Arab," kata Agus.

TERUNGKAP Maksud Tetty Paruntu Datang ke Istana Negara, Ternyata Bukan Diundang Presiden Jokowi

Ini Jasa Jusuf Kalla Paling Dikenang Bupati Barru

Gelar Konferensi Internasional HICOPOS 2019, FISIP Unhas Bahas Society 5.0

Halaman
12
Penulis: Alfian
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved