Bupati Luwu Timur Sebut Pesantren Strategis Cetak SDM Kompetitif

Bupati Luuwu Timur Sebut Pesantren Strategis Cetak SDM Kompetitif, institusi pendidikan yang punya posisi strategis memajukan pendidikan.

Bupati Luwu Timur Sebut Pesantren Strategis Cetak SDM Kompetitif
TRIBUN TIMUR/IVAN ISMAR
Bupati Luwu Timur, Thorig Husler di Azzikrol Hauliyyah atau Hari Ulang Tahun ke-20 Pondok Pesantren Al Mujahidin Nahdlatul Wathan Mantadulu, Kecamatan Angkona, Minggu (20/10/2019). 

Bupati Luwu Timur Sebut Pesantren Strategis Cetak SDM Kompetitif

TRIBUNLUTIM.COM, ANGKONA - Bupati Luwu Timur, Thorig Husler mengatakan, Pesantren adalah institusi pendidikan yang punya posisi strategis memajukan pendidikan.

Khususnya mencetak generasi penerus sebagai sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif di tengah perkembangan modernisasi begitu cepat.

Husler dalam peringatan Azzikrol Hauliyyah atau Hari Ulang Tahun ke-20 Pondok Pesantren Al Mujahidin Nahdlatul Wathan Mantadulu, Kecamatan Angkona, Minggu (20/10/2019).

Baca: Kabar Buruk Bagi Fans Raffi Ahmad, Suami Nagita Berhenti dari Dunia Entertainment? Gue Mau Berobat

Baca: Video Mobil Rp 13 M Raffi Ahmad Terbakar, Ini Kronologi? Deretan 5 Mobil Mewah Suami Nagita Slavina

Sekaligus peresemian gedung workshop teknologi informasi Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas Pondok Pesantren Al Mujahidin Nahdlatul Wathan Mantadulu.

"Pesantren berperan membangun mental, moral pada anak melalui pemahaman ajaran agama yang benar," kata Husler kepada TribunLutim.com, Senin (21/10/2019).

Selain itu, santri juga dilengkapi dengan kemampuan ilmu pengetahuan yang memadai baik agama dan pengetahuan umum.

"Pada akhirnya diharapkan memberikan bekal positif untuk menghadapi tantangan zaman," imbuh Husler.

Dewan Mustasar PB Organisasi Nahdlatul Wathan, Tgh. Zaini Abdul mengapresiasi dukungan pemerintah dan masyarakat yang percaya putra dan putrinya menimba ilmu di pesantren.

"Alhamdulilah, selama kurang lebih 20 tahun berkiprah, Pondok Pesantren Al Mujahidin ini sudah dipercaya sebagai tempat menimba ilmu masyarakat," kata Zaini Abdul.

Pondok Pesantren Al Mujahhidin Nahdlatul Wathan Mantadulu sudah berdiri pada tanggal 10 Juli 1999 oleh Abufalag berserta beberapa tokoh masyarakat.

Dimana sekitar 380 santri menimba ilmu dari berbagai daerah mulai taman kanak-kanak hingga Aliyah.

Husler juga menyerahkan dua unit Laptop untuk tenaga pengajar di Pondok Pesantren Al Mujahidin Nahdlatul Wathan Matlntandulu. (*)

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved