ALASAN Perampok Bersenjata Api Cium Kening Nenek saat Sedang Beraksi, Ini Pembicaraan Mereka

Satu lagi kejadian tak biasa viral di media sosial beberapa waktu terakhir. Aksi perampokan tak biasa terekam CCTV dan viral di media sosial.

ALASAN Perampok Bersenjata Api Cium Kening Nenek saat Sedang Beraksi, Ini Pembicaraan Mereka
World of Buzz
ALASAN Perampok Bersenjata Api Cium Kening Nenek saat Sedang Beraksi, Ini Pembicaraan Mereka 

Sementara, toko perhiasan emas tempat YT beraksi bernama Dewi Sri.

Semula YT masuk ke dalam toko emas itu dengan membawa kaleng bekas cat.

Ia kemudian menghantamkan kaleng tersebut ke etalase Toko Emas Dewi sri.

Bak film action yang lain, dia kemudian menodongkan pistol mainan ke arah penjaga toko, sembari melompati meja menuju ke tempat kasir.

YT kemudian berteriak minta uang kepada petugas toko, lalu uang yang sudah diberikan itu diminta dimasukan ke dalam tas ransel yang sudah dibawa pelaku.

2. Kronologi perampokan emas

"Pelaku belum sempat lari dengan mengendarai kendaraan motor bebek, dari belakang di hantam batako warga,

jatuh tersungkur kemudian ditangkap warga,"ujar karyawan toko perhiasan emas Dewi Sri, Lilis Susanti kepada Surya.co.id, yang juga saksi mata.

Lilis tidak tahu bagaiamana pelaku datang ke toko. Ia mengatakan pelaku tiba-tiba melompati etalase dekat kasir lari keluar toko.

"Sambil mengacung-acungkan sebilah samurai dan bom rakitan diletakkan di atas etalase.

Belum jauh pelaku lari, ada teman yang juga karyawan toko emas Dewi Sri, teriak rampok... rampok...., sehingga banyak massa yang menghadang," kata Lilis.

Pelaku, lanjut Lilis, berhasil membawa gelang, cincin dan kalung.

Namun jumlah perhiasan yang dibawa tidak diketahui, karena sudah sempat dimasukkan tas selempang yang dibawanya.

"Setahu saya jenis perhiasan emas yang dibawa kalung, cincin dan gelang. Jumlahnya berapa saya kurang tahu.

Karena setelah ditangkap massa, dibawa ke Pos Polisi bersama barang-barang perhiasan emas yang sempat dibawa itu," jelas Lilis.

3. Densus 88 turun tangan

Sejumlah anggota Densus 88 ikut melakukan penggeledahan di rumah pelaku perampokan emas yang beralamat di Pasar Kincang, Jalan Diponegoro, RT 22 / RW 4 Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Sabtu (24/8/2019) sore. Polisi juga memasang police line di sepanjang jalan di Pasar Kincang.

Menurut keterangan dari sejumlah warga, rumah dan kios yang digeledah sore itu adalah milih keluarga YT (41), pelaku perampokan di toko perhiasan emas Dewi Sri di Jalan Raya Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu (24/8/2019) yang berhasil ditangkap.

"Itu rumah milik keluarga Yuyun (keluarga YT). Rumahnya sudah lama kosong, tapi kalau kiosnya disewakan," kata Henry Fahrudin (49), warga Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, saat ditemui di lokasi, Sabtu (24/8/2019) sore.

Saat ini pelaku bernisial YT (41) masih diperiksa di Polsek Jiwan. Informasi yang dihimpun, tim gabungan juga melakukan penggeldahan di rumah pelaku, Desa Sukolilo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Jiwan.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisan terkait dengan penggeledahan sejumlah tempat di Kabupaten Madiun, sore ini.

Hingga berita ini dikirimkan, tim dari Gegana Satbrimob Polda Jatim masih melakukan penggeledahan di sebuah kios di Pasar Kincang

4. Pelaku perampokan emas sempat ancam dengan bom rakitan

Pelaku hingga siang digelandang kerumahnya untuk mencari barang bukti bom dan bahan-bahan pembuat bom rakitan yang sempat dibawa untuk mengancam karyawan toko Dewi Sri.

Sedang motor Honda Supra X AE 5759 FN diamankan di Polsek Barat.

Petugas Polsek Barat, Resor Magetan belum bersedia memberikan keterangan, karena masih melakukan penggeledahan di rumah pelaku di Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

5. Pelaku perampokan emas pernah ditahan sebelumnya

Menurut seorang warga yang tinggal di Pasar Sumur Tiban, Henry Fahrudin (49), YT pernah ditahan karena menusuk mantan Bupati Madiun, Muhtatom pada Desember 2009.

Kala itu pelaku menusuk perut Muhtarom menggunakan obeng pada saat acara dialog Bakti Sosial Terpadu (BST).

"Iya, dulu pernah ditahan. Kena setahun setengah kalau tidak salah. Nusuk Mbah Tarom (mantan Bupati Madiun) menggunakan obeng," kata Henry.

Hal ini juga dibenarkan Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Logos Bintoro, saat dikonfirmasi. YT pernah ditahan atas kasus penusukan mantan Bupati Madiun, Muhtarom, akhir 2009 lalu.

"Iya," kata Logos saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Penelusuran SURYA, YT kala itu melakukan aksi penusukan karena tidak suka dengan sikap bupati yang dinilai menggampangkan permasalahan dengan mengobral janji-janji belaka.

Aksi YT tersebut terjadi pada Selasa (22/12/2009) pukul 23.30 WIB.

Saat itu menghadiri kegiatan Bhakti Sosial Terpadu (BST) di Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan.

Akibat penusukan itu Muhtarom mengalami luka lecet karena obeng yang digunakan bengkok setelah dirampas oleh Wabup, Madiun Iswanto kala itu.

6. Pelaku tak akrab dengan tetangga

Hal itu dikatakan ketua RT Desa Sukolilo, Sumantri (55).

YT tidak pernah mengikuti kegiatan kampung di sekitar tempat tinggalnya.

"Nggak pernah datang kalau ada kegiatan warga. Diundang nggak pernah datang, kenduren nggak pernah datang. Tapi kalau diundang acara mantenan datang," kata Sumantri, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (24/8/2019) malam.

Sumantri menuturkan, sehari-hari YT tinggal bersa istrinya, berinial H dan dua anaknya R dan N.

Warga setempat termasuk dirinya tidak mengetahui apa pekerjaan YT.

"Nggak tahu kerjanya apa. Cuma kalau pagi dia mengantar istrinya ke Pasar Kincang," jelasnya.

Dia mengaku kaget, begitu mendapat kabar tetangganya ditangkap oleh polisi karena merampok toko emas di Magetan.

Ia mengetahui YT ditangkap setelah melihat video penampakannya yang banyak menyebar di berbagai media sosial.

"Ya kaget, tadi waktu lihat videonya," tuturnya.

Ia mengaku beberapa kali rumah YT, ramai didatangi sejumlah orang.

Namun, ia tidak mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan di rumah tersebut.

Senada dikatakan oleh Henry Fahrudin (49) warga Jalan Diponegoro, Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Henry mengatakan, YT tidak pernah bergaul dengan para pedagang di Pasar Sumur Tiban atau yang dikenal Pasar Kincang.

"Orangnya cenderung tertutup. Hampir tiap hari ketemu, dia kan tiap pagi mengantar istrinya. Istrinya jualan di kios itu," kata Henry sambil menunjukan kios yang disewa istri YT.

Di kios tersebut, istri YT berjualan plastik kemasan makanan dan minuman.

Henry menambahkan, beberapa bulan sebelumnya, ia sempat melihat lampu rumah milik keluarga YT di Pasar Kincang menyala pada malam hari.

Padahal, biasanya rumah yang digeledah Densus 88 Anti Teror, Sabtu (24/8/2019) sore tadi tidak berpenghuni.

"Sekitar tiga bulan terakhir ini, lampunya menyala. Tapi pintunya ditutup," imbuhnya.

Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul "Kronologi Perampok Cium Kening Nenek-Nenek Saat Beraksi, Penyebabnya Ucapan si Nenek yang Tak Biasa"

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved