Perkara Kekerasan Tiga Jurnalis di Polda Sulsel Lamban, Direskrimum Bilang Ini

Pasalnya, tim hukum LBH Pers Makassar segera layangkan surat klarifikasi ke Polda, terkait lambannya penanganan etik Polri.

Perkara Kekerasan Tiga Jurnalis di Polda Sulsel Lamban, Direskrimum Bilang Ini
istimewa
Salah satu jurnalis Makassar, Darwin menjadi korban bentrokan antara polisi dan mahasiswa di depan kantor DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Makassar. beberapa waktu lalu 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Perkara kasus kekerasan terhadap tiga jurnalis yang ditangani pihak Polda Sulsel, dinilai lamban oleh LBH Pers Makassar.

Pasalnya, tim hukum LBH Pers Makassar segera layangkan surat klarifikasi ke Polda, terkait lambannya penanganan etik Polri.

"Kasus ini lamban pada penanganan etik Polri," kata salah satu tim hukum LBH Pers, Firmansyah, Jumat (18/10/2019) petang.

Wabup Pangkep Terima Kunker Puluhan Kades asal Kalbar di Desa Pitue

Pilkada 2020, Aris Situmorang Ambil Formulir Bakal Calon Bupati di Hanura

Desak Tunda Pelantikan Presiden, BEM UNM Blokade Jl AP Pettarani

Kata Firman, pihak LBH sudah menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil pemeriksaan atas laporan tiga jurnalis itu.

Surat pemberitahuan perkembangan hasil pemeriksaan itu, langsung ditanda tangani Kabid Propam, Kombes Pol Hotman Sirait.

"Kita sudah terima itu, persoalannya polda belum bisa proses anggota ke pelanggaran etik, termaksud juga disipilin," ujar Firman.

Menurut Firmansyah hal itu tak berdasar, karena seharusnya tim Propam tetap bisa melakukan proses laporan etik tersebut.

Staf LBH Pers Firmansyah menilai Polda sebagai lembaga penegakan hukum tidak semestinya mengeluarkan larangan itu.
Staf LBH Pers Firmansyah menilai Polda sebagai lembaga penegakan hukum tidak semestinya mengeluarkan larangan itu. (darul/tribuntimur.com)

Karena, LBH Pers melaporkan soal disiplin dan etik dengan pidana. Dan hal itu adalah dua hal atau dua laporan yang berbeda.

"Mekanisme hukumnya pasti beda, lantas kenapa harus saling tunggu, ‌kami lihat ini sangat lambat dan tertutup," jelas Firman.

Polda belum bisa memproses pelanggaran etik dan disiplin ke tiga anggotanya, karena harus menunggu dulu proses pidananya.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved