COFFEE BREAK
Jamil Misbach: Berpolitik Itu Kerja Tuntas dan Habis-Habisan
Kisah seorang pengendali partai di Sulawesi Selatan. Terkenal. Kaya. Pebisnis dengan beragam usaha. Karyawan banyak. Tapi gagal ke parlemen.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
Punya banyak uang. Harta melimpah. Sampai dijuluki miliuner. Didukung jumlah karyawannya yang banyak.
Tapi hasil penghitungan suara Pileg 2019 lalu, perolehan suara yang berhasil dikumpulkannya tak sesuai harapan. Ia gagal ke Senayan.
Kenapa bisa gagal?
“Ya karena mungkin dia tidak bekerja tuntas dan habis-habisan,” tutur Jamil yang juga pernah duduk sebagai anggota DPRD Kota Makassar awal Reformasi lalu.
Lobi Bankir Cantik, Aksa Mahmud Sotta Tanya Kabar Anak dan Suami, Beginimi Jadinya!
Ternyata Ini Alasan Ustadz Abdul Somad Mundur PNS
Menurutnya, seorang politikus yang ingin mengejar kursi di dewan harus berani bekerja tuntas dan habis-habisan.
Tuntas dimaksud yakni fokus bekerja mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya.
Apalagi jelang hari H pencoblosan, pekerjaan lain harus bisa ditinggalkan atau didelegasikan ke orang lain.
Jangan setengah-setengah urus pileg. Tapi harus berani menggunakan berbagai cara untuk bisa mendulang suara.
“Tentu saja harus sesuai rambu-rambu. Termasuk harus ikhlas habis-habisan menggunakan uang untuk operasional atau ongkos politik,” papar tokoh Muhammadiyah sekaligus salah seorang deklarator Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulsel ini.
Menurut Jamil, bekerja tuntas dan habis-habisan pun belum ada jaminan bisa maksimal mendulang suara.
Apalagi jika bekerja setengah-setengah dan sangat perhitungan biaya untuk dikeluarkan selama kampanye.
“Biasanya orang yang demikian sulit lolos menjadi anggota dewan,” ujarnya sembari melap jam tangannya merek TAG Heur super premium V4.
TAG Heur adalah salah satu brand jam tangan mewah yang dibuat perusahaan multinasional TAG Heuer SA.
Didirikan Edouard Heuer pada tahun 1860. Bermarkas di Neuchâtel, Swiss.
Fakta Terkini Penajam Paser Utara, Ibu Kota Negara Baru Indonesia yang Diumumkan Presiden Jokowi
Jelang Pelantikan, 8 Bocoran Menteri atau Kabinet Jokowi - Maruf Amin, Nama Daerah yang Dapat Jatah
Makanya, kata Jamil, kaya dan terkenal bukan jaminan lolos ke parlemen.
“Apalagi jika ingin mencalonkan diri sebagai kepala daerah,” tutur mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jamil-misbach1_20160629_172116.jpg)