3 Polisi Terungkap Menembak ke Udara Saat Pengamanan Demo Mahasiswa di Kendari

Fakta itu terungkap saat sidang disiplin terhadap lima polisi yang digelar bidang Propam Polda Sultra, Kamis (17/10/2019).

3 Polisi Terungkap Menembak ke Udara Saat Pengamanan Demo Mahasiswa di Kendari
Kompas.Com
Lima anggota polisi di Kendari menjalani sidang di Propam Polda Sultra, Kamis (17/10/2019) 

TRIBUN TIMUR.COM, KENDARI - Sebanyak lima polisi menjalani sidang disiplin yang digelar bidang Propam Polda Sultra, Kamis (17/10/2019).

Kelima orang tersebut, tiga polisi diantaranya terungkap melepaskan tembakan ke udara saat pengamanan unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sultra pada Kamis (26/9/2019).

Fakta itu terungkap saat sidang disiplin terhadap lima polisi yang digelar bidang Propam Polda Sultra.

Krisis Air Bersih, Ketua PKK Bagi-bagi Air Bersih di Biringkanaya Makassar

Mahasiswa Bergerak Lagi, BEM Se-Indonesia Akan Mendemo Istana, Desak Hal ini ke Jokowi

Mata Najwa Tadi Malam Wapres JK Bocorkan Sebab Jokowi Tak Pernah Hadiri Sidang PBB Bukan Soal Bahasa

Sejarah dan Lokasi Penajam yang Heboh Setelah Sekelompok Orang Bawa Sajam Kumpul di Pelabuhan

Kronologi & Modus Pelaku Tilep Uang Nasabah BNI Rp 124 Miliar, Waspada yang Suka Titip Buku Tabungan

"Mereka melepaskan tembakan ke atas sebanyak satu dan dua kali. Ada dua tiga orang yang menembak ke atas, inisialnya DK cs," kata Kepala Biro Provos Divisi Propam Mabes Polri Brigjen Pol Hendro Pandowo,

Selain itu dari hasil pemeriksaan, kelima polisi dari Satreskrim Polres Kendari tidak mengikuti apel sebelum melakukan pengamanan demonstrasi mahasiswa, sehingga mereka tidak mendengar arahan atau instruksi kapolres.

" Instruksi kapolres bahwa setiap personel pengamanan unras tidak boleh bawa senjata api, tapi mereka tidak ikut apel karena habis tugas dan langsung bergabung dengan teman-temannya di gedung DPRD, Sultra," ujar Hendro.

Namun, untuk mengetahui kepemilikan proyektil, maka tim investigasi dari Bareskrim Mabes masih melakukan penyelidikan.

Diketahui hasil uji balistik yang sedang dilakukan diantara dua negara yakni Belanda atau Australia.

" Dari Reskrim melakukan penyidikan, berdasarkan analisa ilmiah sesuai fakta scientific crime investigation. Kalau mereka mengaku menembak terhadap korban Randi tentu mudah bagi kita untuk melakukan pengungkapan tersangka siapa yang melakukan penembakan," ujar dia.

Sementara itu, Kabid Propam Polda Sultra AKBP Agoeng Ari Koerniawan menjelaskan, sidang disiplin berlangsung tertutup dengan menghadirkan lima saksi dari internal kepolisian. 

Halaman
12
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved