Pagar SDN 10 Salutambung Majene Ambruk, Gara-gara Truk Parkir!
Diperparah hujan deras yang mengguyur daerah ini pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari.
Penulis: edyatma jawi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Pagar SDN 10 Salutambung, Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, Majene, rubuh.
Pagar sepanjang 30 meter itu ambruk, Minggu pagi (13/10/2019).
Kepala SDN 10 Salutambung, Lilis Suryani, mengatakan rubuhnya pagar tersebut disebabkan mobil truk sepuluh roda yang parkir di area tersebut.
Baca: 20 Finalis Duta Anti Narkoba Sambangi Lapas Maros, Ini Tujuannya
Dijelaskan, sopir memarkir mobil bermuatan semen di samping pagar sejak Sabtu petang, (12/10/2019).
Itu diduga menyebabkan tekanan tanah di depan pagar menjadi lebih berat.
Diperparah hujan deras yang mengguyur daerah ini pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari.
Baca: Acara Pernikahan Berubah Kedukaan, 2 Keluarga Pengantin Tewas saat Antar Mempelai, Kronologi
"Menjadi lebih lembek tanahnya dan makin turun (tertekan ke bawah) itu," jelas Lilis pada Tribun Timur.
Minggu pagi, ban mobil tersebut terperosok ke tanah.
Sehingga terjebak dan mobil sulit bergerak.
Baca: Jadi Direktur Baru AC Milan, Ini Profil Zvonimir Boban?
Pengemudi dan kernetnya berupa mendongkrak ban agar mobil dapat jalan.
Namun saat bersamaan pagar sekolah diduga tersenggol sehingga ambruk.
Kata Lilis, kerabat pengemudi truk tersebut telah menemuinya.
Mereka berjanji untuk bertanggungjawab atas kejadian tersebut.
Baru Setahun Didirikan, Papan Nama Pasar Ajjakkang Barru Ambruk
Papan nama pasar Ajjakkang, Desa Ajjakkang, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, ambruk, Kamis (29/8/2019).
Informasi yang dihimpun, plang nama pasar tradisional tersebut ambruk sekitar 23.00 Wita tadi malam.
Bejatnya Aulia Kesuma Bunuh/Bakar Suami Pupung Sadili & Anak Tiri Diungkap Istri Tua,Keadaannya Kini
Hingga Pukul 14.00 Wita, Tuntutan GTT PTT Sulbar Tentang Pembayaran Gaji Belum Temukan Solusi
Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Soppeng, Begini Harapan Andi Nurhidayati
Sudah 5 Tahun Tambang Ilegal Beroperasi di Bulukumba, Aktivis Minta Bupati AM Sukri Turun Tangan
Ayo Daftar, Ini Jabatan Kosong yang Siap Dilelang Pemprov Sulsel
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Barru, Abdul Muhaemin Hasan.
"Ie betul pak, papan nama pasar Ajjakkang rubuh (ambruk)," kata Abdul Muhaemin Hasan kepada TribunBarru.com saat dihubungi melalui via telepon.
Menurut Abdul Muhaemin, ambruknya plang nama pasar yang baru setahun berdiri itu disebabkan angin kencang.
Disebutkan, bukan cuma pasar yang terkena dampak, namun beberapa rumah warga juga ikut rusak akibat angin kencang tersebut.
"Tiga rumah di Ajjakkang juga mengalami hal yang sama akibat angin kencang tadi malam," katanya.
Saat ini, pihak BPBD Barru masih melakukan pendataan di lapangan dari dampak angin kencang.
Adapun data sementara, sedikitnya ada sekitar 10 rumah yang terdampak atau mengalami kerusakan.
"Selain di Ajjakkang, juga ada rumah yang rusak di Desa Palakka, Kecamatan Barru," ujarnya Abdul Muhaemin.
"Saya tidak tahu berapa jumlahnya di Palakka, tapi dari data kita ini keseluruhan ada sekitar 10 rumah yang rusak," sambungnya.
Abdul Muhaemin menambahkan, hembusan angin kencang tidak hanya terjadi tadi malam.
Namun juga terjadi tadi pagi sekitar pukul 08.00 Wita.
"Tim BPBD masih mendata di lapangan, nanti data rinciannya kita kasih," tuturnya.
Sekadar diketahui, pasar tradisional Ajjakkang dikerjakan pada akhir 2017 lalu.
Biaya penyelesaian pasar tersebut menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar.
Laporan Wartawan TribunBarru.com, @akbar_hs
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Bejatnya Aulia Kesuma Bunuh/Bakar Suami Pupung Sadili & Anak Tiri Diungkap Istri Tua,Keadaannya Kini
Hingga Pukul 14.00 Wita, Tuntutan GTT PTT Sulbar Tentang Pembayaran Gaji Belum Temukan Solusi
Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Soppeng, Begini Harapan Andi Nurhidayati
Sudah 5 Tahun Tambang Ilegal Beroperasi di Bulukumba, Aktivis Minta Bupati AM Sukri Turun Tangan
Ayo Daftar, Ini Jabatan Kosong yang Siap Dilelang Pemprov Sulsel
Direktur Kompak Barru Soal Ambruknya Pasar Ajjakkang
Direktur Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) Indonesia Barru, Harisman mempersoalkan bangunan pasar tradisonal yang ambruk.
Menurut Harisman, bangunan pasar tradional Ajjakkang yang ambruk bukan hanya pada bagian papan nama.
Kejari Maros Rahasiakan Status Camat Simbang, Ada Apa ?
Rombongan TAPD Bulukumba Berkunjung ke Bali, Ketua PMII: Dalam Rangka Apa Ya?
Foto-foto Geovanni Kelvin Anak Aulia Kesuma yang Bunuh Dana Teman Sekolah Al Ghazali, Tidak Disangka
KKN di Desa Penari, 14 Mahasiswa Alami Kisah Horor Viral di Twitter hingga 6 Orang Tewas
Politisi Golkar Pimpin Ketua DPRD Pangkep, Wakilnya dari Nasdem
Akan tetapi juga rusak pada atap pasar tersebut tepatnya bangunan di sisi bagian selatan.
"Saya sudah kroscek di lapangan, atap pasar Ajjakkang di bagian sisi selatan juga ambruk," kata Harisman kepada TribunBarru.com, Kamis (29/8/2019).
Diketahui, pasar tradisional Ajjakkang dibangun pada akhir 2017 lalu.
Dana yang digunakan sebesar Rp 5 Miliar.
Namun hanya berselang kurang lebih setahun setelah diresmikan, bagian atap sudah ambruk.
Atas hal itu, Harisman pun mencurigai pengerjaan bangunan pasar tradisional tersebut tidak sesuai dengan RAB.
"Bagaimana mungkin bangunan yang belum lama didirikan sudah ambruk. Kami akan menyurat ke Kejati Sulsel untuk menindaklanjuti kasus ini," katanya.
Lanjut Harisman, ambruknya bangunan bukan murni karena terjangan angin kencang.
Sebab, di sekitar pasar tradional tersebut tak satupun rumah yang mengalami kerusakan.
"Seandainya ini karena bencana angin kencang, tentu rumah yang lain di sekitarnya juga ikut rusak tapi kenyatannya kan tidak," katanya.
Untuk itu, Harisman menyatakan, Kompak akan melaporkan kasus ini ke Kejati Sulsel dalam waktu dekat.
"Datanya kami akan selesaikan dulu lalu menyurat secepatnya ke Kejati Sulsel, karena dengan kejadian ini bisa saja ada indikasi korupsi di dalamnya," tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, papan nama pasar Ajjakkang Barru ambruk.
Camat maupun kepala desa setempat yang dihubungi belum bisa memberi keterangan terkait hal tersebut.
Sementara tim BPDB Barru menyatakan, ambruknya papan nama pasar Ajjakkang disebabkan terjangan angin kencang sekitar pukul 23.00 Wita, tadi malam.
Laporan Wartawan TribunBarru.com, @akbar_hs
Follow akun instagram Tribun Timur:
Kejari Maros Rahasiakan Status Camat Simbang, Ada Apa ?
Rombongan TAPD Bulukumba Berkunjung ke Bali, Ketua PMII: Dalam Rangka Apa Ya?
Foto-foto Geovanni Kelvin Anak Aulia Kesuma yang Bunuh Dana Teman Sekolah Al Ghazali, Tidak Disangka
KKN di Desa Penari, 14 Mahasiswa Alami Kisah Horor Viral di Twitter hingga 6 Orang Tewas
Politisi Golkar Pimpin Ketua DPRD Pangkep, Wakilnya dari Nasdem
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/diperparah-hujan-derassss.jpg)