Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pagar SDN 10 Salutambung Majene Ambruk, Gara-gara Truk Parkir!

Diperparah hujan deras yang mengguyur daerah ini pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari.

Penulis: edyatma jawi | Editor: Imam Wahyudi
edy jawi/tribunmajene.com
Diperparah hujan deras yang mengguyur daerah ini pada Sabtu malam hingga Minggu dinihari. 

Laporan Wartawan TribunBarru.com, @akbar_hs

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Bejatnya Aulia Kesuma Bunuh/Bakar Suami Pupung Sadili & Anak Tiri Diungkap Istri Tua,Keadaannya Kini

Hingga Pukul 14.00 Wita, Tuntutan GTT PTT Sulbar Tentang Pembayaran Gaji Belum Temukan Solusi

Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Soppeng, Begini Harapan Andi Nurhidayati

Sudah 5 Tahun Tambang Ilegal Beroperasi di Bulukumba, Aktivis Minta Bupati AM Sukri Turun Tangan

Ayo Daftar, Ini Jabatan Kosong yang Siap Dilelang Pemprov Sulsel

Direktur Kompak Barru Soal Ambruknya Pasar Ajjakkang

Direktur Komunitas Masyarakat Anti Korupsi (Kompak) Indonesia Barru, Harisman mempersoalkan bangunan pasar tradisonal yang ambruk.

Menurut Harisman, bangunan pasar tradional Ajjakkang yang ambruk bukan hanya pada bagian papan nama.

Kejari Maros Rahasiakan Status Camat Simbang, Ada Apa ?

Rombongan TAPD Bulukumba Berkunjung ke Bali, Ketua PMII: Dalam Rangka Apa Ya?

Foto-foto Geovanni Kelvin Anak Aulia Kesuma yang Bunuh Dana Teman Sekolah Al Ghazali, Tidak Disangka

KKN di Desa Penari, 14 Mahasiswa Alami Kisah Horor Viral di Twitter hingga 6 Orang Tewas

Politisi Golkar Pimpin Ketua DPRD Pangkep, Wakilnya dari Nasdem

Akan tetapi juga rusak pada atap pasar tersebut tepatnya bangunan di sisi bagian selatan.

"Saya sudah kroscek di lapangan, atap pasar Ajjakkang di bagian sisi selatan juga ambruk," kata Harisman kepada TribunBarru.com, Kamis (29/8/2019).

Diketahui, pasar tradisional Ajjakkang dibangun pada akhir 2017 lalu.

Dana yang digunakan sebesar Rp 5 Miliar.

Namun hanya berselang kurang lebih setahun setelah diresmikan, bagian atap sudah ambruk.

Atas hal itu, Harisman pun mencurigai pengerjaan bangunan pasar tradisional tersebut tidak sesuai dengan RAB.

"Bagaimana mungkin bangunan yang belum lama didirikan sudah ambruk. Kami akan menyurat ke Kejati Sulsel untuk menindaklanjuti kasus ini," katanya.

Lanjut Harisman, ambruknya bangunan bukan murni karena terjangan angin kencang.

Sebab, di sekitar pasar tradional tersebut tak satupun rumah yang mengalami kerusakan.

Direktur Kompak Barru, Harisman.
Direktur Kompak Barru, Harisman. (akbar/tribunbarru.com)
Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved