Sekprov Sulbar Minta Pelaku UKM Tidak Gaptek
Hal itu disampaikan Idris pada pelatihan pengembangan pelaku umum UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Barat
Penulis: Nurhadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Dr Muhammad Idris, meminta para pelaku usaha dan UKM tidak gagap teknologi alias gaptek.
Hal itu disampaikan Idris pada pelatihan pengembangan pelaku umum UMKM tingkat Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (9/10/2019) lalu.
"Pelaku usaha mikro dan UKM tidak boleh gaptek, jangan mengatakan saya cuma UKM kecil sehingga tidak memasarkan produknya. Di era industri teknologi modern, pasti akan tertinggal," kata Idris.
Baca: ADA APA? Pesawat Kepresidenan Jusuf Kalla Dikawal 2 Pesawat Tempur F-16 dari Jogja ke Jakarta
Dikatakan, Sulawesi Barat sebagai Provinsi ke-33 memiliki atmosfer, dan iklim usaha yang mulai berkembang dalam dunia usaha.
Menurutnya, Sulbar berpeluang menjadi salah satu kota pencetak pengusaha yang dinilai sangat sejalan sebagai kota penyokong bagi pembangunan ibu kota negara baru Republik Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur ke depan.
"Brand Marasa lebih berkonotasi memberi pemberdayaan bagi warga negara khususnya di daerah, dan kita berharap kedepan hal itu bisa dilembagakan paling tidak setiap produk apapun di Sulbar mengandung brand Marasa,"ujar mantan Deputi Bidang Diklat Aparatur LAN RI itu.
Baca: Belanja dengan KK Mandiri di Informa Panakkukang Square, Dapat Hadiah
Idris menambahkan, para pelaku usaha hendaknya mampu berpikir progresif, inovatif dan mencari unsur-unsur terbaru sehingga setiap produk yang diciptakan mampu bersaing secara terus menerus dan tidak akan tertinggal.
"Melalui Dinas Koperindag ini, Pemprov Sulbar akan terus menerus memberikan keterampilan kepada STM dan anak-anak muda kita, karena dunia tenaga kerja ini tidak akan pernah terselesaikan sehingga dengan adanya kegiatan mandiri seperti ini, dapat menjadi salah satu tolak ukur bagi kemajuan pengusaha kita kedepan,"katanya.
Baca: Kementan Terus Validasi Berkurangnya Luas Baku Lahan Sawah di Sumut
Sementara Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulbar, Amir Maricar menyampaikan, pelatihan tersebut akan terus dilakukan secara bertahap ditiap kabupaten yang ada di Provinsi Sulbar.
"Sekiranya para pelaku usaha yang ada di Sulbar diupayakan dapat lebih berkembang dari segi produksi atau dari segi pemasaran, sehingga harapan bersama melalui pelatihan tersebut wawasan para pelaku usaha lebih luas dan memiliki daya kreatifitas dalam mengembangkan satu hingga dua produk usaha dan berdampak pada pengembangan perekonomian Sulbar ke depan,"ujar Amir Maricar
Baca: Satgas Kemenkop RI Berkantor di Dinas Koperasi Sulsel, Tujuannya?
Kata Amir, dengan berpindahnya Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur, menjadi salah satu peluang besar bagi Sulbar yang perlu ditangkap dan dimaksimalkan, mengingat daerah ini jauh sebelum adanya informasi pemindahan ibu kota negara Sulbar sudah menjadi daerah penyuplai bahan pangan terbesar bagi kaltim.
"Seperti pisang, sayur mayur, binatang ternak, dan masih banyak lagi. Belum lagi ditinjau dari segi jalur perairan yang dapat menguntungkan Sulbar, karena berapa di jalur Alki II,"tuturnya.
Buka Orientasi 95 Anggota DPRD Kabupaten, Sekprov Sulbar Tekankan Dua Hal Ini ke Legislator
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -Sekertaris Provinsi Muhammad Idris beri dua penekanan kepada 95 Anggota DPRD dari tiga kabupaten di Sulbar pada pembukaan orientasi/pembekalan di Grand Maleo Hotel Mamuju, Jl Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Selasa (8/10/2019).
Sebanyak 95 Anggota DPRD dari tiga kabupaten. Masing-masing Polman 45 orang, Majene 25 orang dan Mamuju Tengah 25 orang akan mengikuti pembekalan hingga 12 Oktober 2019 mendatang.
Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka Mulai November,Jangan Lakukan Ini Agar Bisa Lulus Seleksi Administrasi!
Skandal Raffi Ahmad Sentuh Pinggang Angela Lee,Suami Nagita Slavina Digosipkan Asisten Nia Ramadhani
VIDEO : Enam Pengedar Sabu-sabu di Majene Tertangkap
Mahasiswa Palopo Diciduk Bawa Narkoba Dua Saset, Satu Temannya Kabur Saat Digerebek
Dea Anggita Peserta Audisi Indonesian Idol 2019 Goda Al Gazali, Ini Reaksi Spontan Maia Estianty
Menurutnya Sekprov yang diharapkan dari pembekalan tersebut bagaimana Anggota DPRD baik yang baru maupun yang lama memahami hal-hal yang baru dalam menjalankan tugas ke depan.
"Jadi istilahnya Anggota DPRD harus kompetibel dengan lingkungan baru dimana ia bekerja. Karena anggota dewan ini sangat menentukan daerah ke depan,"kata Idris kepada wartawan di Mamuju.
Olehnya Idris menekankan agar para anggota DPRD memperbaiki tiga peran utama yang dimiliki dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
"Pertama fungsi legislasi. Anggota dewan harus mahir menemukan problem yang ada di daerah, sebaik-baik masalah harus ditemukan karena ada juga yang merasa masalah tapi sebenarnya bukan masalah, akibatnya muncul Perda yang tidak substansi,"pungkasnya.
Yang kedua kata mantan kepala LAN Makassar itu, anggota DPRD harus memperbaiki fungsi-fungsi pengawasan. Menurutnya, ada managemen kontrol yang harus diperbaiki sebagai wakil rakyat.
"Selama ini fungsi anggaran yang menjadi tranding topik di kalangan anggota DPRD. Tapi bagi saya itu sistematis saja karena ada Permendagri dan aturan lain yang harus dipatuhi,"kata dia.
"Jadi saya titipkan paling tidak dua penguatan ini harus berjalan dengan baik. Yakni penguatan legislasi dan penguatan kontrol. Dan kalau ini berjalan baik insyaallah Sulbar ini bisa cepat maju. Itu harapan saya,"Idris menambahkan.
Idris juga menekankan anggota DPRD dalam menjalankan tugas dapat membangun hubungan yang baik dengan eksekutif. Menurut dia, daerah tidak akan maju jika dikotomi antara legislatif dan eksekutif tajam.
"Olehnya saya berharap para pengambil kebijakan sering-sering duduk bersama membicarakan problem daerah. Banyak daerah yang pendapatannya rendah tapi maju. Itu karena cara kerjasama antara legislatif dan eksekutif bagus. Dampaknya anggaran yang kecil dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,"pungkasnya.(tribun-timur.com).
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
(*)
Pendaftaran CPNS 2019 Dibuka Mulai November,Jangan Lakukan Ini Agar Bisa Lulus Seleksi Administrasi!
Skandal Raffi Ahmad Sentuh Pinggang Angela Lee,Suami Nagita Slavina Digosipkan Asisten Nia Ramadhani
VIDEO : Enam Pengedar Sabu-sabu di Majene Tertangkap
Mahasiswa Palopo Diciduk Bawa Narkoba Dua Saset, Satu Temannya Kabur Saat Digerebek
Dea Anggita Peserta Audisi Indonesian Idol 2019 Goda Al Gazali, Ini Reaksi Spontan Maia Estianty
Sekprov Sulbar Lepas 18 Peserta GSI-SMP untuk Berlaga di Tingkat Nasional
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Sekprov Sulbar Muhammad Idris lepas 18 peserta Gala Siswa Indonesia Sekolah Menengah Pertama (GSI-SMP) di ruang meeting lantai II kantor Gubernur Sulbar, Senin (7/10/2019).
Sebanyak 18 peserta yang berasal dari siswa SMP se-Sulbar tersebut, akan mengikuti kompetisi sepak bola pada GSI-SMP tingkat nasional di Jakarta pada 8-20 Oktober 2019.
Kemarau Pohon Cengkeh Balibo Bulukumba Ikut Terdampak, Warga Rugi?
Alumni SMPN 3 Mandai Maros Reuni Akbar, Catat Jadwalnya
RAMALAN ZODIAK CINTA Selasa 8 Oktober 2019: Aquarius Jangan Isolasi Dirimu & Libra Ingat Masa Lalu
11 Oktober, Kajati Pertama Sulbar Bakal Dilantik di Jakarta
Terekam dan Viral, Pasangan ini Sedang Bersetubuh di Jalanan Tertangkap Google Maps
Muhammad Idris berpesan, agar para peserta GSI-SMP membawa nama baik Sulbar selama mengikuti kompetisi di tingkat nasional dan menjadikan sebagai media interaksi dengan sesama pelajar dari daerah lain untuk membangun kebersamaan.
"Saya harap adik-adik membawa nama baik daerah selama mengikuti GSI-SMP di Jakarta. Nama baik daerah ini kita usahakan junjung tinggi, terutama dalam berinteraksi dengan peserta dari daerah lain,"kata Idris.
Idris juga menghimbau, para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, serta dapat menjaga prestasi dengan sebaik-baiknya dan terus mengikuti semua arahan dan bimbingan dari pelatih dan official secara penuh.
"Keberhasilan seseorang sangat ditentukan dengan adanya komitmen kedisiplinan mengikuti semua rambu-rambu, serta ketentuan yang berkaitan dengan kompetetisi maupun dalam kontes latihan"pungkas Idris.
Idris menuturkan, proses seleksi pemilihan peserta GSI-SMP tidaklah mudah dilakukan, sebab hal tersebut bukan hanya bicara pada aspek skiil dan fisik saja, namun juga harus melihat dari kematangan emosional bagi para peserta.
"Terpilihnya 18 peserta GSI-SMP, menjadi suatu hal yang luar biasa dalam rangka mempersiapkan pemain profesional asal Sulbar di masa yang akan datang,"ucapnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Suratman menyampaikan, GSI-SMP dalam rangka membentuk dan mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter.
Selain itu, kata Suratman, juga meningkatkan kecintaan dan apresiasi siswa terhadap bidang olah raga, serta melahirkan atlet-atlet atau bibit-bibit terbaik sepak bola di Sulbar.
Suratman mengungkapkan, peserta GSI-SMP merupakan siswa SMP kelas VIII dan IX yang telah direkrut di semua kabupaten se-Sulbar, dan sebelumnya telah mengikuti GSI-SMP tingkat provinsi, yang diselenggarakan pada Agustus lalu di Majene.(tribun-timur.com).
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sekprov-sulbar-dr-muhammad-idriss.jpg)