Kemarau Pohon Cengkeh Balibo Bulukumba Ikut Terdampak, Warga Rugi?

Salah satu warga yakni Ramlia mengaku bahwa untuk kebutuhan sehari-hari seperti, mencuci pakaian, harus berjalan kaki ke sumur.

Kemarau Pohon Cengkeh Balibo Bulukumba Ikut Terdampak, Warga Rugi?
Warga
Suasana warga Balibo, memantau sumur yang sudah tidak berfungsi 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, KINDANG-Warga di Desa Balibo, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mulai sulit mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.

Salah satu warga yakni Ramlia mengaku, untuk kebutuhan sehari-hari seperti, mencuci pakaian, harus berjalan kaki ke sumur.

"Kalau cuci pakaian harus ke sumur dulu jalan kaki, dari rumah sekitar sepuluh menit baru bisa sampai ke lokasi. Itupun melewati jalanan penurunan," katanya, Senin (7/10/2019) siang.

Alumni SMPN 3 Mandai Maros Reuni Akbar, Catat Jadwalnya

6 Tindakan Ini Bisa Bikin Presiden Jokowi Dilengserkan dari Jabatannya, Diatur dalam UUD

Unhas Berlakukan Perubahan Jalur Lalu Lintas Keluar-Masuk Area Kampus, Ini Penyebabnya

Tak hanya itu kekeringan juga berdampak pada tanaman cangkeh miliknya.

"Kekeringan sekitar satu bulan, tentu membutuhkan pasokan air yang banyak agar tidak mati untuk tanaman cengkeh," tuturnya.

"Sejak kemarau menimpa, untuk menyiram pohon cangkeh, maka jalan kaki mengambil air di sumur sambari menenteng ember. Hal ini dilakukan berulang kali," pungkasnya.

Alumni SMPN 3 Mandai Maros Reuni Akbar, Catat Jadwalnya

6 Tindakan Ini Bisa Bikin Presiden Jokowi Dilengserkan dari Jabatannya, Diatur dalam UUD

Unhas Berlakukan Perubahan Jalur Lalu Lintas Keluar-Masuk Area Kampus, Ini Penyebabnya

Kebanyakan warga yang hidup di daerah dingin ini, melakukan hal yang sama.

Bahkan ada yang membeli mesin untuk menyedot air, yang digunakan untuk menyiram cengkeh.

Sementara Ida, berharap agar pemerintah hadir memberikan solusi dalam menangani hal ini.

"Setidaknya ada perhatianlah dari pemerintah, seperti ada bantuan sumur yang dekat dari rumah warga," kata dia.

"Agar mereka bisa menikmati air secara menyeluruh dan tidak kesusahan lagi," kata Ida.

Diketahui daerah ini juga tidak ada tower, sehingga jaringan internet sangat nihil.

Untuk menuju kesini bisa ditempuh menggunakan roda dua dan roda empat. Sekitar satu jam dari Kota Bulukumba. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved