Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penulis Kamus Bugis-Indonesia Bernama Kuran Puasa, Ini Arti Namanya

Adzan Subuh menceritakan jika namanya itu pemberian kakeknya untuk mengganti nama sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
ivan/tribunlutim.com
Kuran Puasa memegang kamus Bugis-Indonesia karyanya. 

"Sekitar Rp 20-an juta. Karena ada tambahan pengeditan,"

- Kemana saja untuk menambah referensi penulisan kamus Bugis-Indonesia ?

"Saya ke Soppeng dan lokasi ada orang Bugis, saya datang disana untuk mendengar dan menyimak. Kalau belum ada di kamus saya catat dan masukan"

"Di lingkungan keluarga juga, saya juga dengar lagu Bugis, kecapi Bugis, ceramah bahasa Bugis. Saya juga baca transliterasi buku I La Galigo,"

- Siapa saja narasumber yang membantu mengumpulkan kata-kata dalam bahasa bugis dan padanannya dalam bahasa Indonesia?

" Penutur asli bahasa bugis, baik itu bertemu langsung maupun saat beraktivitas, lewat lagu. Kalau ada bahasa saya tidak tahu saya tanya ke teman dan keluarga,"

- Apakah saat menulis kamus pernah putus asa atau berpikir tak melanjutkan penulisan kamus?

"Kalau putus asa tidak. Tapi jenuh. Saya merasa kapan selesai ini. Tapi memang tak pernah selesai karena bahasa bugis itu kaya kosakatanya"

"Jadi sempat jenuh karena lama sekali. Kalau saya tidak menulis kamus, apakah ada orang lain melakukan hal yang sama,"

- Apa saja yang membuat semangat merampungkan kamus?

"Asik, ada kepuasan tersendiri saat menemukan kosakata baru. Apalagi kalau kosakata itu jarang digunakan saat ini, itu yang buat saya semakin termotivasi dan semangat menyelesaikan kamus ini,"

- Setelah buku ini terbit, bagaimana sambutan pasar?

"Baru dua hari diedarkan sejak launching Senin 7 Oktober 2019 di Kantor SMA YPS Soroako. Saya lihat orang cukup antusias dengan kamus ini. Beberapa teman tanya bagaimana cara mendapatkan kamus ini,"

- Diedarkan di mana saja buku kamusnya?

"Tergantung, kalau ada pemesan. Tapi rata-rata dari Sulsel, ada Riau, Jakarta, bahkan ada mahasiswa yang belajar di Australia,"

- Setelah merampungkan kamus, apakah masih ada target membuat buku lain? 

"Setelah ini, Kamus Indonesia-Bugis dan mudah-mudahan ada umur panjang untuk menulis Kamus Bugis-Inggris. Itu impian saya menulis Kamus Bugis-Inggris,"

"Kamus Indonesia-Bugis sementara disusun,"

- Apa harapan terhadap pemerintah dan masyarakat terkait Kamus Bahasa Bugis-Indonesia?

"Mudah-mudahan pemerintah memperhatikan bahasa lokal kita, tak terkecuali bahasa bugis. Misal aksara lontara dipajang di tempat publik. Paling tidak ada ruang pembelajaran,"

"Saya juga kadang protes utamakan bahasa Indonesia. Kalau saya, bahasa Indonesia adalah bahasa yang kuat tidak bisa disaingi bahasa lokal. Mestinya yang mau dihidupkan adalah bahasa lokal atau jangan larang anak berbahasa lokal,"

"Dengan terbitnya kamus ini, saya berharap dapat bermanfaat bagi orang bugis terutama generasi mudanya dalam menjaga warisan bahasa leluhurnya dan bagi orang luar yang ingin belajar atau mengkaji bahasa bugis," 

Kamus Bahasa Bugis-Indonesia ciptaan Kuran Puasa  memiliki tebal 961 halaman diterbitkan CV Jejak.

Siswi SMA YPS Soroako Luwu Timur Lolos di AYIMUN Malaysia

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Siswi kelas 11 SMA YPS Sorowako, Mega Arroyo Mappalawa, bakal tampil di ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) tahun 2019.

Ajang tahun ini berlangsung di Putrajaya Internasional Convention Center, Malaysia dalam waktu dekat.

AYIMUN adalah Model United Nations (MUN) Internasional bertujuan mengakomodasi pemuda asia, meningkatkan kemampuan kepemimpinan.

Selain itu, kemampuan negosiasi dan diplomasi yang dikembangkan dalam MUN.

MAN 1 Sinjai Siapkan 2 M untuk Bangun Gedung Workshop Keterampilan

Hadiri Penetapan Caleg DPRD Enrekang Terpilih, Ini Harapan Muslimin Bando

INILAH Isi Pesan WhatsApp Ani Yudhoyono & Annisa Pohan Sebelum Meninggal Dunia, Bikin Netter Nangis

INILAH Isi Pesan WhatsApp Ani Yudhoyono & Annisa Pohan Sebelum Meninggal Dunia, Bikin Netter Nangis

MUN adalah simulasi akademis perserikatan bangsa-bangsa atau PBB, dimana peserta memainkan peran delegasi dari berbagai negara.

Dimana peserta berusaha menyelesaikan masalah global nyata, dengan kebijakan dengan perspektif negara yang ditugaskan.

Secara garis besar ini adalah metode "belajar sambil melakukan" mempelajari PBB oleh peserta dari berbagai negara nantinya.

Mega adalah satu dari 1.035 siswa dari 109 Negara, yang mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi ajang internasional ini.

Mega menemui Bupati Luwu Timur, Thorig Husler di rumah jabatan bupati, Jl Andi Hasan Opu To Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (13/08/2019).

Husler bangga dan bersyukur ada pelajar Luwu Timur lolos seleksi Internasional seperti AYIMUN.

"Saya harap ananda Mega memanfaatkan peluang dan kesempatan ini dengan baik untuk masa depanmu," kata Husler.

Bupati berharap Mega bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berupaya mengasah kemampuan.

"Agar bisa berkompetisi di era digital saat ini," imbuh Suami Puspawati Husler.

Pemerintah kabupaten, kata Husler siap mendukung dan memberikan dukungan bagi pelajar yang berprestasi.

Laporan Wartawan TribunLutim.com, vanbo19

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

MAN 1 Sinjai Siapkan 2 M untuk Bangun Gedung Workshop Keterampilan

Hadiri Penetapan Caleg DPRD Enrekang Terpilih, Ini Harapan Muslimin Bando

INILAH Isi Pesan WhatsApp Ani Yudhoyono & Annisa Pohan Sebelum Meninggal Dunia, Bikin Netter Nangis

INILAH Isi Pesan WhatsApp Ani Yudhoyono & Annisa Pohan Sebelum Meninggal Dunia, Bikin Netter Nangis

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved