Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penulis Kamus Bugis-Indonesia Bernama Kuran Puasa, Ini Arti Namanya

Adzan Subuh menceritakan jika namanya itu pemberian kakeknya untuk mengganti nama sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
ivan/tribunlutim.com
Kuran Puasa memegang kamus Bugis-Indonesia karyanya. 

- Apa alasan menerbitkan buku kamus  bahasa Bugis-Indonesia?

"Saya prihatin dan sedih, itu dua kata kunci. Pernah ada orang asing (Inggris) beberapa tahun lalu mencari kamus bahasa Bugis di Parepare. Saya tak bisa tunjukkan karena memang tidak ada kamusnya. Itu pemancing awal saya menulis,"

"Yang memprihatinkan saya, berdasarkan laporan UNESCO saat itu bahwa bahasa lokal di dunia, tak terkecuali bahasa Bugis berada dalam antrian kepunahan. Itu sangat  memprihatinkan saya. Itu yang membuat saya tergerak belajar menulis kamus.

"Saya merasa ingin memberi kontribusi kepada bahasa bugis, itu kenapa saya menyusun kamus ini,"

- Kapan pertama kali ide menulis buku kamus muncul?

"Beberapa tahun setelah pertemuan saya dengan orang asing dari Inggris yang mencari kamus, sekitar tahun 90 an. Setelah melihat laporan UNESCO itu bahwa bahasa lokal terancam punah, itu yang menggerakkan saya,"

- Berapa lama menyelesaikan Kamus Bugis-Indonesia sampai rampung?

"Saya butuh sekitar waktu 10 tahun sejak tahun 1997. Sementara saya susun (versi) Indonesia-Bugis,"

- Siapa saja yang bantu?

"Waktu mulai menulis saya mengandalkan ingatan kembali kosakata yang pernah saya ucapkan, dan saya dengar dari orang tua, orang bugis. Tiap malam saya harus tulis 25 kosakata bahasa bugis,"

"Saya juga mengandalkan referensi di tafsir Al Quran beraksara lontara saya juga andalkan itu untuk mencari kosakata baru. Saya juga andalkan penjual ikan dan penjual sayur, teman dan keluarga,"

- Apa saja kendala yang dialaminya selama menulis Kamus Bugis-Indonesia?

"Kendala saya, tantangannya waktu saya kuliah naskah kamus saya ada di laptop. Terus laptop saya hilang. Untung masih ada saya simpan tapi tak sebanyak di laptop yang hilang,"

"Jadi saya harus kembali mengulang. Kemudian tantangan lain, kadang saya temukan kata tapi susah mencari artinya, saya bisa rasakan tapi saya tidak tahu apa bahasa Indonesia nya,"

- Berapa uang yang dihabiskan untuk merampungkan kamus bahasa Bugis-Indonesia?

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved