Penulis Kamus Bugis-Indonesia Bernama Kuran Puasa, Ini Arti Namanya
Adzan Subuh menceritakan jika namanya itu pemberian kakeknya untuk mengganti nama sebelumnya.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Imam Wahyudi
Pada jenjang pendidikan, Kuran menyelesaikan pendidikan pra-universitas di Parepare yaitu di SD Negeri 16 (1978-1984), SMP Negeri 3 (1984-1987) dan SMA Negeri 1 (1987-1990).
Kuran kemudian melanjutkan pendidikan di jurusan pendidikan bahasa inggris di IKIP Ujung Pandang (1990 1995) dan S2 pendidikan bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar (2008 2010).
Suami dari St Asriah dan ayah dari Nayswa A Aliyah ini lahir di Lipukasi, Tanete Rilau, Barru, 1971 silam.
Tamat kuliah, Kuran kemudian mendapat tawaran mengajar bahasa inggris di SMP YPS Soroako. Ia mengajar sekitar lima tahun sebelum pindah mengajar di SMA YPS Soroako.
Kamus Bugis-Indonesia butuh waktu sekitar 10 tahun untuk menyelesaikan. Kamus dilaunching pada Senin 7 Oktober 2019 di Kantor SMA YPS Soroako.
Kamus ini Bugis-Indonesia sudah beredar di pasaran.
Hebat, Kuran Puasa Guru SMA YPS Sorowako Ciptakan Kamus Bugis-Indonesia
TRIBUNLUTIM.COM, NUHA - Guru bahasa Inggris SMA Yayasan Pendidikan Soroako (YPS) Soroako, Kuran Puasa, menciptakan kamus Bahasa Bugis-Indonesia setebal 961 halaman.
Selain kamus Bugis-Indonesia, Kuran juga menulis buku yang sudah terbit yaitu Teaching English through Pop Songs (Yrama Widya, Bandung, 2008), Mastering English Vocabulary 2 (Pustaka Panrita, 201 I ).
Baca: FOTO: Cafe Holograms Hadirkan Menu Baru Ayam Tolak Pinggang
Pada jenjang pendidikan, Kuran menyelesaikan pendidikan pra-universitas di Parepare yaitu di SD Negeri 16 (1978-1984), SMP Negeri 3 (1984-1987) dan SMA Negeri 1 (1987-1990).
Kuran kemudian melanjutkan pendidikan di jurusan pendidikan bahasa inggris di IKIP Ujung Pandang (1990-1995) dan S2 pendidikan bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar (2008-2010).
Baca: Waktu yang Salah dari Fiersa Besari Bikin Galau, Simak Lirik dan Chord Lagunya
Suami dari St Asriah dan ayah dari Nayswa A Aliyah ini lahir di Lipukasi, Tanete Rilau, Barru, 1971 silam.
Tamat kuliah, Kuran kemudian mendapat tawaran mengajar bahasa Inggris di SMP YPS Soroako. Ia mengajar sekitar lima tahun sebelum pindah mengajar di SMA YPS Soroako.
TribunLutim.com menemui Kuran di sela kesibukannya usai mengajar bahasa Inggris di ruang kelas SMA YPS Soroako, Rabu (9/10/2019).
Berikut wawancara singkat TribunLutim.com dan Kuran terkait Kamus Bahasa Bugis-Indonesia yang sudah diedarkan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kuran-puasaaa.jpg)