JK Dukung Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Beli Pulsa & Rokok Banyak, tetapi BPJS Naik Mengeluh

Jusuf Kalla Dukung Kenaikan iuran BPJS Kesehatan: Beli Pulsa & rokok Banyak, tetapi BPJS Naik Mengeluh

JK Dukung Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Beli Pulsa & Rokok Banyak, tetapi BPJS Naik Mengeluh
Tribunnews.com
JK Dukung Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan: Beli Pulsa & Rokok Banyak, tetapi BPJS Naik Mengeluh 

Pemerintah berencana menaikan iuran peserta BPJS Kesehatan mulai awal tahun 2020.

Langkah itu diambil karena dianggap paling tepat untuk mengatasi permasalahan defisit keuangan BPJS Kesehatan.

Sebab, keuangan BPJS Kesehatan selama dua tahun belakangan terus 'berdarah-darah'.

TRIBUN-TIMUR.COM - Jusuf Kalla Dukung Kenaikan iuran BPJS Kesehatan: Beli Pulsa & rokok Banyak, tetapi BPJS Naik Mengeluh

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) melontarkan sindiran kepada pihak-pihak yang mengkritik kenaikan premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Jusuf Kalla menyebut, pihak yang mengkritik kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut justru mampu membeli rokok dan Pulsa dalam jumlah besar.

Tarif Terbaru Iuran BPJS Kesehatan, Berlaku Januari 2020, Ada Sanksi Bikin Repot Jika Telat Bayar

Awal Mula Hubungan Terlarang Saudara Kandung, Kakak Tak Bisa Tahan Nafsu Ajak Adik Berhubungan Badan

Intip Bocoran Spesifikasi Xiaomi Mi Band 5, Beda Banget dengan Pendahulunya Xiaomi Mi Band 4

"Siapa yang khawatir ( iuran BPJS naik)? Hanya ngomong saja, padahal beli pulsa tiga kali lipat daripada itu, beli rokoknya lebih dari itu (iuran BPJS)," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Jusuf Kalla menyatakan, kenaikan premi BPJS Kesehatan tidak terhindarkan lantaran saat ini tarifnya terlalu rendah. Dengan tarif yang terlalu rendah, BPJS Kesehatan tidak bisa melayani pasien secara prima.

Lagipula, menurut Jusuf Kalla, kenaikan iuran BPJS Kesehatan tak akan membebani masyarakat miskin. Sebab, iuran masyarakat miskin sudah ditanggung negara lewat APBN.

Demikian pula para pekerja semestinya tidak perlu khawatir lantaran iuran BPJS Kesehatannya ditanggung perusahaan.

Halaman
1234
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved