Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkada Maros 2020

Delapan Hari Buka Penjaringan, 6 Balon Bupati Maros Incar Rekomendasi PKS

Delapan Hari Buka Penjaringan, 6 Balon Bupati Maros Incar Rekomendasi PKS

Tayang:
Penulis: Amiruddin | Editor: Suryana Anas
amiruddin/tribun-maros.com
Ketua DPD PKS Maros, Kartomas 

Delapan Hari Buka Penjaringan, 6 Balon Bupati Maros Incar Rekomendasi PKS

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Enam bakal calon bupati telah resmi mendaftar di DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maros.

Pendaftaran di PKS Maros, dibuka sejak 1-10 Oktober mendatang.

Eenam balon bupati tersebut telah mengembalikan formulir pendaftaran, ke Sekretariat DPD PKS Maros, Jl Poros Maros-Makassar.

Baca: Sebab Warga Pesta Saat Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara Ditangkap KPK, Perilaku Dia

Baca: Obat Asam Lambung Ranitidine Memicu Kanker, Inilah 5 Merek Obat Dilarang Dikonsumsi, Mulai Ditarik

Baca: Jelang Lawan Liverpool, Ini 5 Hal yang Harus Dibenahi Manchester United

Balon tersebut, yakni Andi Ilham Nadjamuddin (birokrat), Ramli Rahim (Ketum IGI), Chaidir Syam (Wakil Ketua DPRD Maros), Salman Sunusi (anggota DPRD Maros), Muhammad Nur (purnawirawan TNI).

"Sudah ada enam balon bupati yang mengembalikan formulir. Sementara yang mengambil formulir sebanyak 14 orang," kata Ketua DPD PKS Maros, Kartomas, kepada tribun-maros.com, Selasa (8/10/2019) pagi.

Ditambahkan Kartomas, balon bupati yang mengambil formulir di PKS, yakni Chaidir Syam (Wakil Ketua DPRD Maros), Ilham Nadjamuddin (birokrat), Ramli Rahim (Ketum IGI), Wawan Mattaliu (politisi Hanura).

Irfan Sanusi (putra KH Sanusi Baco LC), Zaenal Dalle (mantan anggota DPRD Maros), Salman Sunusi (anggota DPRD Maros), Harmil Mattotorang (Wabup Maros).

Sahiruddin (pengusaha), Lukman Waris, Suhartina Bohari (politisi PAN), Prof Yusran Jusuf (akademisi), Devo Khaddafi (Kabiro Humas Pemprov Sulsel), dan Muhammad Nur.

"Peluang semua balon mengendarai PKS tetap sama. Penjaringan ini terbuka bagi kader maupun non kader," ujarnya.

Sekadar diketahui, PKS mengontrol dua kursi di DPRD Maros periode 2019-2024.

Kedua kursi tersebut, ditempati kader PKS, Muh Mursyid dan Rahmad Hidayat.

Artinya, jika ingin mengusung kandidat sendiri, PKS masih membutuhkan tambahan 5 kursi.

Syarat mengusung kandidat di Pilkada Maros lewat jalur parpol, minimal mengontrol 7 kursi di DPRD Maros.

Sebelum PKS membuka pendaftaran, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga telah melakukan penjaringan balon bupati pada 2-14 September lalu.

Disusul Partai Golkar, yang membuka pendaftaran balon bupati, 21-27 September lalu.

Pilkada Maros baru dihelat pada September 2020 mendatang.

Chaidir Syam Diiringi Musik Rebana

Bakal Calon (balon) bupati Maros Chaidir Syam, resmi mendaftar di Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Maros, Senin (7/10/2019) sore.

Chaidir mengembalikan formulir bersama sejumlah tim pemenangan Maros Keren.

Tagline Maros Keren memang dipopulerkan Chaidir, sejak dirinya menyatakan siap bertarung di Pilkada Maros.

Selain tim Maros Keren, Chaidir juga didampingi sejumlah emak-emak, sambil diiringi musik rebana.

VIDEO: Wapres RI Jusuf Kalla Tinjau RSI Faisal Makassar

Bukan Meggy Diaz, ini Inisial Penyanyi Dangdut yang Diam-diam Dipacari Tukul Arwana

Mendaftar di PAN, Politisi Beristri Empat Ini Pastikan Maju di Pilkada Lutra

"Alhamdulillah, baru saja saya bersama tim mengembalikan formulir di PKS," kata Chaidir Syam, kepada tribun-maros.com, Senin petang.

Chaidir berharap, PKS bisa bersamanya dalam Pilkada Maros tahun depan.

Ditambahkan Chaidir, saat dirinya mendaftar, anggota DPRD Sulsel asal PKS Muzayyin Arief juga hadir.

Muzayyin Arief merupakan politisi PKS asal Maros.

"Tadi Pak Muzayyin Arif juga hadir. Kami berterimakasih atas sambutan beliau, serta kesempatan yang diberikan PKS untuk mendaftar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Maros Kartomas, mengatakan kehadiran Muzayyin merupakan yang pertama dalam menyambut balon bupati.

"Ini kedatangan balon bupati yang pertama kalinya dihadiri Pak Muzayyin Arif. Saya memang mengundang beliau hadir," ujarnya.

Pendaftaran balon bupati di PKS, dibuka sejak 1-10 Oktober mendatang.

Balon bupati yang mengambil formulir di PKS, yakni Chaidir Syam (Wakil Ketua DPRD Maros), Ilham Nadjamuddin (birokrat), Ramli Rahim (Ketum IGI), Wawan Mattaliu (politisi Hanura).

Diduga Kelompok Radikal Susupi Aksi Tolak RUU KUHP dan RUU KPK

MPK SMA Islam Athirah Bukit Baruga Punya Ketua Baru

Amphuri Sulampua Donasi Rp 10 Juta ke Korban Eksodus Wamena

Irfan Sanusi (putra KH Sanusi Baco LC), Zaenal Dalle (mantan anggota DPRD Maros), Salman Sunusi (anggota DPRD Maros), Harmil Mattotorang (Wabup Maros).

Sahiruddin (pengusaha), Lukman Waris, Suhartina Bohari (politisi PAN), Prof Yusran Jusuf (akademisi), Devo Khaddafi (Kabiro Humas Pemprov Sulsel), dan Muhammad Nur.

Sekadar diketahui, PKS mengontrol dua kursi di DPRD Maros periode 2019-2024.

Kedua kursi tersebut, ditempati kader PKS, Muh Mursyid dan Rahmad Hidayat.

Artinya, jika ingin mengusung kandidat sendiri, PKS masih membutuhkan tambahan 5 kursi.

Syarat mengusung kandidat di Pilkada Maros lewat jalur parpol, minimal mengontrol 7 kursi di DPRD Maros.

Sebelum PKS membuka pendaftaran, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) juga telah melakukan penjaringan balon bupati pada 2-14 September lalu.

Disusul Partai Golkar, yang membuka pendaftaran balon bupati, 21-27 September lalu.

Pilkada Maros baru dihelat pada September 2020 mendatang.

Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved