BNPB Sebut Sudah 1.077 Kali Gempa Susulan di Maluku, 116 Kali Dirasakan Warga
Dalam rilisnya mencatat jumlah penyintas mencapai 135.875 orang. Sehari sebelumnya jumlah penyintas sebanyak 111 ribu jiwa.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo merilis data Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi Maluku hari ini (5/10), pukul 18.00 WITa.
Dalam rilisnya mencatat jumlah penyintas mencapai 135.875 orang. Sehari sebelumnya jumlah penyintas sebanyak 111 ribu jiwa.
"Kenaikan jumlah pengungsi disebabkan berapa faktor seperti gempa susulan yang masih dirasakan oleh warga," kata Agus Wibowo.
BMKG mencatat gempa susulan hingga hari ini (5/10), pukul 21.00 WIT mencapai 1.077 kali dan gempa yang dirasakan mencapai 116 kali.
Marthen Rantetondok Jemput Warga Toraja dan Luwu Raya dari Wamena Papua
VIDEO: JK Temui Keluarga Almarhum HZB Palaguna, Sampaikan Doa Belasungkawa
3 LINK Live Streaming & Video Preview Liga Inggris Southampton vs Chelsea - Nonton Gratis di Sini
Tiga hari terakhir gempa susulan memiliki magnitudo yang cukup signifikan antara M 3,5 hingga 4,4.
Di samping itu kata Agus kenaikan angka pengungsi khususnya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) disebabkan berita palsu atau hoaks.
Informasi yang beredar melalui mulut ke mulut bahwa tanggal 9 Oktober nanti akan ada gempa besar.
Faktor selanjutnya warga mengungsi karena ada informasi akan adanya bantuan. Namun tidak spesifik bantuan seperti apa yang diharapkan oleh warga yang sebelumnya pernah mengungsi.
Adapun data posko kata dia tercatat total jumlah rumah rusak mencapai 6.975 unit. Jumlah rusak berat mencapai 1.914 unit dengan rincian Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) 1.339, SBB 285 dan Kota Ambon 230.
Sedangkan rumah rusak sedang, total di Kabupaten Malteng 1.101 unit, SBB 469 dan Kota Ambon 241. Pada kategori rusak ringan mencapai 3.250 unit dengan rincian di Malteng 2.641 unit, Kota Ambon 546 dan SBB 333.
Gempa dengan kekuatan M 6,5 pada 26 September lalu menyebabkan 37 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban disebabkan karena tertimpa bangunan.
Marthen Rantetondok Jemput Warga Toraja dan Luwu Raya dari Wamena Papua
VIDEO: JK Temui Keluarga Almarhum HZB Palaguna, Sampaikan Doa Belasungkawa
3 LINK Live Streaming & Video Preview Liga Inggris Southampton vs Chelsea - Nonton Gratis di Sini
Terkait dengan pemenuhan logistik, khususnya permakanan, stok bahan pangan masih cukup untuk kebutuhan satu bulan ke depan.
Namun demikian, beberapa jenis logistik diakui masih minim dari yang diharapkan oleh mereka yang masih mengungsi, seperti tenda atau terpal.
Posko hingga kini mengidentifikasi sejumlah kebutuhan yang masih diperlukan selama penanganan darurat ini, seperti selimut, matras, air minum, air bersih dan kebutuhan logistik kesehatan.
Di sisi lain lanjut Agus kebutuhan personel dengan latar belakang kesehatan juga masih dibutuhkan seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker dan tenaga psikososial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bnpb-salurkan-bantuan-logistik-korban-terdampak-gempa-di-maluku.jpg)