Putra Bupati Luwu Pimpin Tim Kemanusiaan ke Wamena, Tangani Warga Luwu Raya di Pengungsian
Kemudian melanjutkan perjalanan udara selama lima jam. Tiba di Sentani sekira pukul 07.00 Wita.
Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
Suriati sendiri mengaku tak ingin kembali lagi ke Wamena, menurutnya trauma akan kejadian serupa masih sulit untuk dilupakan.
Ia pun berharap, pemerintah bisa segera mengatasi persoalan yang ada di Wamena agar kembali seperti sedia kala.
(tribunenrekang.com)
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
ACT Buka Media & Crisis Center Tragedi Wamena di Berbagai Wilayah
TRIBUN-TIMUR.COM - Krisis kemanusiaan yang terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, telah menyebabkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia.
Kendaraan dan gedung hancur, puluhan orang luka-luka, sementara ribuan warga terus mengungsi.
Merespon kondisi yang ada, ACT telah membuka Media & Crisis Center di berbagai wilayah ( Jakarta, Makassar, Padang, Surabaya, dan wilayah lainnya).
Laga PSM vs Persipura Ditunda, 367 Tiket Bakal Dikembalikan
Wawancara Eksklusif Korban Selamat Rusuh Wamena, Begini Kisah Dewi Sembunyi di Kandang Ayam
Perempuan Sidrap Diharapkan Ikut Perangi Korupsi
Untuk memberikaninformasi aku rat kepada publik, sekaligus menjadi tempat pengaduan orang hilang, serta penerimaan donasi.
Selain itu, Media & Crisis Center ini juga bertujuan untuk meminimalisasi kabar hoaks yang beredar.
Ibnu Khajar selaku Presiden ACT mengatakan, Media & Crisis Center yang dibuka di kantor ACT akan menjadi pusatinformas i untuk seluruh lapisan masyarakat terkait informasi terkini tentang Wamena.
“Melalui Media & Crisis Center, publik dapat berkomuni kasi dan saling bertukar infor masi yang berkaitan dengan krisis kemanusiaan yang terjadi di Wamena, Papua.
Tujuan kami mengadakan ini yaitu penyebarluasaninform asi untuk kebutuhan publik dan juga sebaliknya, menampung informasi yang valid dari tim lapangan untukd isebarluaskan,” ungkap Ibnu.
Media & Crisis Center yang telah diadakan diberbagai wilayah dapat menjadi rujukan berbagai pihak.
Hal ini karena setiapharinya akan ada pembaruan informasi tentang pengungsi, korban, bantuan yang diperlukan hingga eksodus yang terjadi di Papua.
Laga PSM vs Persipura Ditunda, 367 Tiket Bakal Dikembalikan
Wawancara Eksklusif Korban Selamat Rusuh Wamena, Begini Kisah Dewi Sembunyi di Kandang Ayam
Perempuan Sidrap Diharapkan Ikut Perangi Korupsi
Sejalan dengan adanya Media & Crisis Center, Ibnu mengajakkepada seluruh elemen masyarakat untuk saling berkumpul sebagai sebuah bangsa dan membangun Wamena k embaliseperti semula.
“Kami sa mpaikan bahwa saat ini bukan l agisaatnya saling menghujat, bukan lagi saling menyalahkan, sudah saatnya kita saling berkumpul sebagai sebuah bangsa.
Apabila kita tidak bisa hadir langsung untuk saudara-saudara kita di sana. Kita bisa mengirim kan bantuan. Bantuan kita hadir sebagaisebuah bukti kepedulian,” imbuh Ibnu.
Lukman Azis selaku Direktur Ko munikasi ACT menambahkan, hing ga saat ini, Media & Crisis Center telahdibangun ACT di berbagai titik, yaitu Jakarta, Makassar, Padang, dan terus menyusul di lokasi lainnya.
Data-data yang ada di Media & Crisis Center ACT langsung dilaporkan olehtim tanggap darurat di Papua saat ini.
“Kami akan mem berikandata terkini dari lokas i lapangan mengenai jumlah korban wafat, jumlah pengungsi , jumlah warga yang eksodus se rta bantuanyang dibutuhkan.
Selain itu, Kami membuka kesempatan bagime dia untuk berdialog secara lan gsung dengan tim lapanganACT di Media & Crisis Center,” terang Lukman.
Kondisi terkini di dua titik k rusial, ACT telah menyediakanDapur Umum yang mampu memproduksi 1. 000 porsi makanansetiap harinya.
Dua ton beras juga telah di distribusikan besertadaging dari lima ekor sapi di tiga titi k wilayah.
“ACT juga akanmemberikan santunan b agi korban konflik yang mening galdunia hingga keluarga yang ditinggalkan. Para dermawan, jangan pernah berhenti membantu, mari salurkan rezeki yang kita miliki.
Kebutuhan saudara kita tidak hanya saat ini namunhingga masa recovery. Selain itu, Kami juga mengajak para masyarakat muslim untuk membangun kembali Papua melalui program wakaf. Inilah momen tepat untuk menguatkan saudaramelalui wakaf kita ,” ajak Lukman.
Media & Crisis Center juga menjadi tempat bag i masyarakatyang ingin berdonasi bagi warga terdampak konflik sosial.
“Bantuan bisa disalur kan langsung di portal kami Indonesiadermawan.id/Pedu liWamena ataupun di berbagaie- commerce maupun crowdfunding yang bekerjasama dengankami.
Mari, kita terus doakan agar kon disi segera pulih kembali.Teri ma kasih banyak kepada para Dermawan yang terusmembantu kami hingga saat ini. Kita buktikan bahwa kita Indonesia, Indonesia yang Dermawan,” pungkas Lukman .
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur: