Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Putra Bupati Luwu Pimpin Tim Kemanusiaan ke Wamena, Tangani Warga Luwu Raya di Pengungsian

Kemudian melanjutkan perjalanan udara selama lima jam. Tiba di Sentani sekira pukul 07.00 Wita.

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
desy arsyad/tribunluwu.com
Tim kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Luwu tiba di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (3/10/2019). 

Ikut juga dalam rombongan putra sulung Bupati Luwu, Basmin Mattayang, Arham Basmin Mattayang, dan Kepala Desa Lamunre Tengah terpilih, Suradi DM.

Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Makassar menjalin kerjasama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Makassar menjalin kerjasama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Universitas Negeri Makassar (UNM). (NU Makassar)

Kisah Karyawan Grapari Telkomsel Wamena Asal Enrekang Selamat Dari Kerusuhan

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena, Provinsi Papua mengkibatkan ribuan orang menjadi korbannya.

Bahkan, 32 orang diantaranya telah tewas akibat kerusuhan yang terjadi sejak pekan lalu, Senin (23/9/2019).

Tak ayal peristiwa itu membuat luka mendalam bagi warga korban kerusuhan di Wamena.

Salah satunya adalah warga Desa Tuncung, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Suriati (29).

Gempa Bumi Guncang Ambon, Berdampak ke Haruku dan Tulehu

Tips Sehat dan Awet Muda Cristiano Ronaldo, Bintang di 14 Musim Liga Champions, Profil, Prestasinya

Istri Tidur Pulas Pria ini Ajak Adik Ipar Bersetubuh, Korban Berpakaian Seksi Hingga Dibayar

Ia mengaku, masih trauma dan syok atas peristiwa kerusuhan yang terjadi di Wamena pekan lalu.

Suriati menceritakan bagaimana dirinya bisa selamat dalam kerusuhan yang terjadi saat itu.

Saat itu, Suriati yang bekerja sebagai salah satu karyawan di Grapari Telkomsel Wamena, Papua sedang berada di kantor.

"Jadi kejadiannya kan pagi sekitar jam 08.00 WIT, saat itu saya sudah berada di kantor. Terus tiba-tibar terdengar suara-suara teriakan ternyata sudah ada ribut-ribut di luar kantor," kata Suriati, Kamis (3/10/2019).

Terus, ada beberapa rekan kantornya yang menghubunginya bahwa mereka tak bisa masuk kantor karena di beberapa jalan utama dihadang massa.

Bahkan, beberapa diantara mereka harus kabur karena dikejar-kejar parang oleh massa yang menutup jalan.

Informasi tersebut menbuat Suriati dan beberapa rekan di kantornya mulai panik dan hendak segera menutup kantor dan segera pulang.

Gempa Bumi Guncang Ambon, Berdampak ke Haruku dan Tulehu

Tips Sehat dan Awet Muda Cristiano Ronaldo, Bintang di 14 Musim Liga Champions, Profil, Prestasinya

Istri Tidur Pulas Pria ini Ajak Adik Ipar Bersetubuh, Korban Berpakaian Seksi Hingga Dibayar

Namun, niatan itu harus ditunda lantaran sejumlah massa perusuh sudah ada yang tepat di dapan kantornya.

Mereka berteriak-berteriak, dan membawah peralatan seperti parang, tombak dan panah di tangan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved