Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Putra Bupati Luwu Pimpin Tim Kemanusiaan ke Wamena, Tangani Warga Luwu Raya di Pengungsian

Kemudian melanjutkan perjalanan udara selama lima jam. Tiba di Sentani sekira pukul 07.00 Wita.

Penulis: Desy Arsyad | Editor: Imam Wahyudi
desy arsyad/tribunluwu.com
Tim kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Luwu tiba di Sentani, Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (3/10/2019). 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Tim kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Luwu tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (3/10/2019).

Tim melakukan perjalanan sejak Selasa (2/10/2019) dari Belopa menuju makassar.

Kemudian melanjutkan perjalanan udara selama lima jam. Tiba di Sentani sekira pukul 07.00 Wita.

Baca: Kaos Kaki Bongkar Identitas Pemeran Video Panas Siswi STM, Lawan Mainnya Beda Sekolah, Nasibnya?

Setibanya, tim langsung menuju posko pengungsian Wija To Luwu.

Ketua tim Kemanusiaan, Dokter Daud Mustakim, memastikan kondisi kesehatan para pengungsi.

Dokter Daud memeriksa kesehatan para pengungsi serta membagikan obat-obatan yang mereka bawa.

Baca: Bandingkan Reaksi Surya Paloh dengan Tanggapan Kubu AHY Seusai Dipermalukan Megawati

Dokter Daud juga membeberkan situasi di Wamena mulai kondusif.

Aparat Kepolisian dan TNI sudah berjaga-jaga selama 24 jam di setiap sudut jalan.

"Memang ada sedikit kekhawatiran warga di sini karena ada isu bandara akan dikuasai oleh para perusuh, dengan memutus semua jaringan komunikasi," ujarnya.

Baca: Bupati Luwu Utara Kunjungi Kantor BPS Pusat, Ini Tujuannya

Namun sejauh ini, aparat keamanan masih mampu menghilangkan kecemasan warga tersebut.

Adapun jumlah pengungsi Wija To Luwu yang merupakan masyarakat Luwu Raya (Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur) sekitar 200 orang.

"Besok kami akan bertolak ke Wamena menggunakan pesawat Hercules untuk melihat lebih dekat kondisi para korban kerusuhan disana," katanya.

Baca: Kondisi & Nasib Terkini Siswa Pemeran Video Panas SMK di Tuban Viral, Kepsek Sudah Tahu

Di Wamena, tim akan menyiapkan bantuan yang dibutuhkan masyarakat Luwu.

"Para pengungsi (Wija To Luwu) sangat berharap adanya uluran tangah dari pemerintah kabupaten dan kota se-Luwu Raya, untuk menjamin keberlangsungan hidup mereka selanjutnya," tutupnya.

Sekedar diketahui, tim kemanusiaan Pemkab Luwu terdiri dua orang tenaga medis dan dua orang dari BPBD Luwu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved