Skak Mat! Fahri Hamzah & Politisi PDIP Terdiam, Kekeliruan Revisi UU KPK Dibongkar Pakar Hukum UGM

Skak Mat! Fahri Hamzah & Politisi PDIP Terdiam, Kekeliruan UU KPK Dibongkar Pakar Hukum UGM di ILC

Skak Mat! Fahri Hamzah & Politisi PDIP Terdiam, Kekeliruan Revisi UU KPK Dibongkar Pakar Hukum UGM
Instagram Zaenal Arifin Mochtar
Pakar Hukum Tata Negara UGM Zaenal Arifin Mochtar 

"Oh enggak, ini agak ngaconya nih, karena salah satu perubahan yang dipidatokan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, 'Kita menaikkan usia di 50 tahun'. Dia (Masinton) balik nih. Dia katakan 40 bukan 50. Dan di RUU tertulis 50 dalam kurung 40. Nah sekarang dia katakan balik lagi ke 40," celetuk Zainal.

Masinton kembali menuturkan bahwa ada kesalahan redaksi yang tertulis.

"Jadi gini, setneg itu sudah minta ke kami. Ke baleg DPR kemudian Baleg mengundang saya dalam konteks usia. Saya di situ jelaskan, ada kesalahan redaksi yang seharusnya 40 tapi tertulis angkanya maka dalam tanda kurung tetap 40," papar Masinton.

"Ini temuan baru ini. Karena yang kita bicarakan dalam berbagai hari itu 50," kata Zainal.

Ia mengatakan, saat bertemu sejumlah anggoat DPR, mereka juga terlihat bingung dengan poin usia komisioner KPK.

"Oh iya ya," tiru Zainal.

"Satu hal lagi, di undang-undnag yang sudah ditandatangi adalah 50 kalau perubahan 40 seharusnya balik lagi ke presiden," tambahnya.

Masinton bersikukuh bahwa kesalah penulisan umur tersebut

"Sebentar Bang, saya kan pengusul, kalau dibahas tidak usah diputar-putar bahasanya," singgung Masinton.

Masinton bersikukuh bahwa kesalah penulisan umur tersebut.

"Itu kesalahan redaksi, ya teknis lah," sebut Masinton.

"Ini luar biasa ya, saya mengatakan ini kudeta redaksional ya," kata Zainal tertawa lantas Masinton terdiam

Di sela-sela Zainal memberikan argumennya, Masinton dan Fahri Hamzah terlihat sering berbisik.

Fahri Hamzah lantas turut memberikan argumennya.

"Saya bingung juga kok, Ghufron waktu melamar ini kan pakai undang-undang lama, ini Ghufron waktu dia melamar ini kan prosesnya umur 40 dan boleh. Kenapa Ghufron salah?," tanya Fahri Hamzah.

Zainal kemudian menegaskan jika yang salah adalah hukum.

"Bukan Ghufron salah, cara menyusun undang-undang tidak benar. Harusnya kalau dia mau dipertahankan untuk dilantik harus ada pasal peralihan. Ini soal belajar hukum," papar Zainal.

"Iya Anda memang jago hukum, tapi gini menurut saya apa salahnya Ghufron? Apa salahnya pansel? Pansel kan pakai aturan lama karena pakai anggaran yang lama," ungkap Fahri Hamzah kembali.

Sekali lagi, Zainal menuturkan DPR terburu-burumembuat UU KPK hingga lupa akan pasal peralihan.

"Saya tidak menyalahkan Ghufron dan Pansel. Yang saya bilang cara menyusun undang-undang yang terburu-buru, tidak melihat harusnya ada pasal peralihan, bukan salah Ghufron bukan salah pansel, harusnya ada pasal peralihan. Ini enggak ada, gimana dilantik. Wallahu alam lah," ungkapnya.

Ucapannya lantas membuat Fakri Hamzah terdiam menaruh mic.

Lihat videonya dari menit ke 3.16:

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Lihat Reaksi Fahri Hamzah dan Masinton Dengar Penjelasan Pakar Hukum soal Logika UU KPK di ILC, https://wow.tribunnews.com/2019/10/02/lihat-reaksi-fahri-hamzah-dan-masinton-dengar-penjelasan-pakar-hukum-soal-logika-uu-kpk-di-ilc?page=1.
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved