Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sambut Hari Rabies Sedunia, 180 Anak di Mamuju Ikut Lomba Mewarnai

Sambut Hari Rabies Sedunia, 180 Anak di Mamuju Ikut Lomba Mewarnai di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Sulbar

Tayang:
Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Lomba menggambar dan mewarnai tingkat sekolah dasar di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Sulbar, Sabtu (28/9/2019). 

Sambut Hari Rabies Sedunia, 180 Anak di Mamuju Ikut Lomba Mewarnai

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Sebanyak 180 anak di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), ikuti lomba menggambar dan mewarnai tingkat Sekolah Dasar (SD) di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Sulbar, Sabtu (28/9/2019).

Lomba tersebut dibuka langsung Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Hj Enny Anggraeni Anwar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Rabies Sedunia berkerjasama Dinas Tanaman pangan, Hortikultura, dan Peternakan dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) .

Lomba menggambar dan mewarnai tingkat sekolah dasar di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Sulbar, Sabtu (28/9/2019).
Lomba menggambar dan mewarnai tingkat sekolah dasar di halaman kantor Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Sulbar, Sabtu (28/9/2019). (TRIBUN TIMUR/NURHADI)

Enny pada kesempatan itu menyampaikan, hari rabies sedunia adalah kampanye internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahayanya rabies pada manusia dan hewan.

"Juga sekaligus memberikan informasi dan saran bagaimana mencegah kejadian rabies di masyarakat,"ucap Enny.

Disebutkan, menurut laporan WHO penyakit rabies tersebar di seluruh dunia dunia dengan perkiraan 55.000 kematian pertahun.

"Sulbar saat ini sudah terdapat dua kasus kematian yang diakibatkan oleh gigitan rabies. Dengan diadakannya lomba ini, maka sosialisasi dari teman teman PDHI dapat tersosialisasi langsung karena disini juga hadir guru dan orang tua murid," kata Enny

Perwakilan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Sulsel untuk Sulbar mengatakan, saat ini masih kekurangan SDM.

"Sehingga jika memerlukan penanganan lebih lanjut, maka pasien akan dibawa ke Makassar untuk dilakukan perawatan,"tuturnya. (tribun-timur.com).

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420

Baca: Besok Ditutup! Buruan Daftar Lowongan Kerja BUMN PT Antam Tbk,Terima Fresh Graduate Lulusan 14 Prodi

Baca: Daftar Nama Pendukung Temui Presiden Jokowi di Istana Beri Masukan,Siapa Andi Gani dan Dedi Mawardi?

Baca: Sandiaga Uno Dikira Punya Mantan Istri, Siapa Dia? Sosoknya Artis Milenial dan Hadir di Tengah Demo

Baca: Anaknya Kritis Dianiaya Saat Demo, Ibu Faisal Amir Malah Ingin Bertemu dan Maafkan Pelaku, Mengapa?

Baca: Korban Rusuh Berdatangan, Tim Medis Bulan Sabit Merah di Makassar Batal Pulang

Baca: Ayu Ting Ting Ngapain Saat Syuting? Sampai Bilqis Anaknya Ogah Jadi Artis Liat Kelakuan Eks Enji

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Baca: Setelah Mahasiswa, Warga Bentrok dengan Polisi, Petasan Hingga Pasta Gigi Laris di AP Pettarani

Baca: Ditemukan di Semak-semak, Sepasang Kekasih Saluputti Tana Toraja Akhiri Hidupnya

Baca: TERNYATA Ini Penyebab Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly Mundur dari Kabinet Kerja Jokowi

Baca: Bebby Fey Bilang Maaf Setelah Ungkap Atta Halilintar Pelaku Pelecehan, Tak Bawa ke Ranah Hukum, Kok?

Baca: Dari New York Amerika Serikat, Wapres JK: Apa Kabar Makassar!

Baca: BREAKING NEWS: Hingga Pukul 23.29 Wita, Massa Blokade Jalan AP Pettarani

Baca: Penyebab Yasonna Laoly Mundur dari Menteri Hukum dan HAM, Bukan Karena Demo RUU KUHP dan UU KPK

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved