Sanggar Seni 277 Sinjai Wakili Sulsel ke Tingkat Nasional
Sementara itu Kadis Kominfo dan Persandian Sinjai, Irwan Suaib memyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap keberhasilan sinjai mempertahankan gelar ju
TRIBUN TIMUR.COM, SINJAI- Perwakilan Sanggar Seni Kabupaten Sinjai berhasil meraih juara 1 pada festival pertunjukan rakyat media tradisional tingkat Sulawesi Selatan yang di gelar di Karebosi Condotel Makassar, Rabu (18/09).
Sinjai berhasil mengalahkan sembilan kabupaten dan yang tampil digelaran tahunan Kominfo Sulsel tersebut.
Wiljan Pluim Bikin PSM Makassar Unggul 1-0 Atas PS Tira
Gagal Jadi Caleg, Nafa Urbach Pilih Jualan Kopi untuk Menyambung Hidup Setelah Diselingkuhi Zack Lee
Balai Latihan Kerja Makassar Target 3.600 Lulusan Tahun ini
2020, Bagian Humas di Pemkab Pangkep Bakal Dihapus
Civitas Akademika FKIP Unismuh Deklarasi Gerakan Stop Sampah Plastik Bareng Maba
Sinjai yang diwakili oleh sanggar 277 ini, membuat juri terkesan dengan pesan yang disampaikan dalam pertunjukannya, menurut Juri, Sinjai sudah memenuhi lima kriteria sebagai sebuah pertunjukan rakyat.
"Kabupaten Sinjai sudah memenuhi kriteria sebuah pertunjukan rakyat, ada unsur pesan, cerita, humor, tari dan musik" jelas Mulyadi
Sementara itu Kadis Kominfo dan Persandian Sinjai, Irwan Suaib memyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap keberhasilan sinjai mempertahankan gelar juara pertunra 2 tahun berturut-turut.
"Saya merasa bangga atas keberhasilan ini, apalagi Sinjai mampu mempertahankan gelar juara tingkat provinsi dan 2 kali mewakili Sulsel ke tingkat nasional" ungkap Irwan
Dengan keberhasilan ini, maka Kabupaten Sinjai akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional yang akan berlangsung bulan oktober mendatang di Bangka Belitung.
Di Kabupaten Sinjai juga terdapat sejumlah komunitas seni hingga di tingkat pedesaan. Hanya saja belum dikelola dengan baik. Seperti Komunitas Seni Budaya Desa Gareccing di Kecamatan Sinjai Selatan. (*)
Pemkab Sinjai Latih Warga Jadi Wirausaha Baru
Pemerintah Kabupaten Sinjai tak henti-hentinya menelorkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat utamanya dalam penciptaan lapangan kerja.
Saat ini misi pemerintah cenderung terus menggenjot lapangan kerja.
Lumpuh, Sebatang Kara Tinggal di Gubuk Reot, BII Galang Dana untuk Semmang di Maros
Pengurus Ika Teknik Unhas Periode 2019-2023 Akan Dilantik di Jakarta, Ini Bidang dan Badan Otonom?
Datangnya Subuh Hari, Kerjanya Meraba dan Mencium Dalam Gelap, Sasarannya Mama Muda & Ibu-ibu
Paripurna, Fraksi PKS Enrekang Usulkan Penjualan Aset Daerah Tak Efektif
Politik Nasu Likku Rektor UIN Alauddin ke Menteri Pertanian
Untuk itu Dinas Koperasi UKM dan Tenaga kerja Kabupaten Sinjai membuat sebuah terobosan dengan melatih para calon pencari kerja, agar bisa menjadi wirausahawan baru.
Pola penciptaan wirausaha baru dapat dijalankan lebih efektif yang tentunya dilakukan pendampingan.
" Ini merupakan proses kegiatan untuk menciptakan kader wirausaha muda atau pengusaha pemula yang berkualitas," kata Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Sinjai, Firdaus, di wisma Hawai, Kamis (19/9/2019).
Selain itu untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis kepada para peserta pelatihan, jelas Firdaus.
Wirausahawan baru ini merupakan langkah strategis Pemkab Sinjai yang tujuannya bukan hanya untuk mengurangi pengangguran dan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga menciptakan kelas menengah baru yang mandiri dan produktif.
" Tahun ini sebanyak 40 calon wirausaha baru yang dilatih. Secara bertahap mereka mengikuti pelatihan. Paket I telah dilaksanakan beberapa waktu lalu dengan jumlah 20 orang dan untuk paket II yang akan di laksanakan juga sebanyak 20 orang dari lima kecamatan di Sinjai, jelasnya.
Sementara itu dalam arahannya, Bupati Sinjai A Seto Gadhista Asapa mengatakan bahwa kegiatan pelatihan penciptaan wirausaha baru ini merupakan rangkaian kegiatan penciptaan wirausaha baru yang dilaksanakan Dinas Koperasi UKM dan tenaga kerja kabupaten sinjai, sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan, kemampuan berusaha, dan peningkatan semangat dan jiwa kewirausahaan.
"Kebijakan pembangunan dibidang ketenagakerjaan di Sinjai tentu harus disesuaikan dengan sumberdaya serta kondisi lingkungan setempat secara terpadu. Sehingga dari hasil pembangunan itu dapat meningkatkan kesejahteraan sosial, harap Seto.
Keberadaan wirausaha lanjut bupati memang memiliki peran penting sebagai motor penggerak ekonomi dan pembangunan.
Oleh karena itu sangat diharapkan agar para pelaku usaha ini bersungguh – sungguh dalam menjalankan usahanya agar kelak bisa mandiri.
Sebagai langkah awal Pemerintah akan memberikan bantuan peralatan mesin jahit kepada perwakilan kelompok usaha menjahit.
Sedang data dari BPS Sinjai menyebutkan masih ada sekitar 22.478 ribu jiwa warga miskin di Sinjai. Warga tersebut segera ditangani Pemkab Sinjai agar masyarakat sejahtera. (*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/juara-1-pertunra-wakili-sulsel-ke-tingkat-nasional.jpg)