Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Nekat Pakai Perahu, Nelayan Pulau Sembilan Sinjai Hilang di Perairan Bajoe saat Menuju Kolaka

Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave mengatakan korban berangkat menuju Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara

Tayang:
Penulis: Muh Ainun Taqwa | Editor: Ansar
Tribun-timur.com
ORANG HILANG - Kolase Rustam (53) saat melaut dan foto KTP -nya. Ia dilaporkan hilang di Perairan Bajoe, Teluk Bone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI— Seorang nelayan asal Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, dilaporkan hilang di Perairan Bajoe, Teluk Bone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Korban diketahui Rustam (53), warga Desa Padaelo, Kecamatan Pulau Sembilan.

Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave mengatakan korban berangkat menuju Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara menggunakan perahu mancing.

“Korban berangkat pada Minggu 10 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 Wita,” kata Andi Octave kepada Tribun-Timur, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, istri korban masih sempat berkomunikasi dengan Rustam pada Senin pagi.

Saat itu posisi terakhir korban diketahui berada di Perairan Bajoe, Teluk Bone.

Namun, komunikasi dengan korban terputus sejak Senin siang.

“Keluarga mulai kehilangan kontak sejak Senin siang dan hingga kini korban belum ditemukan,” ujarnya.

Laporan kehilangan tersebut disampaikan pihak keluarga kepada BPBD Sinjai.

“Pelapor bernama Ambo Tuo (60), ipar korban yang berdomisili di Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara,” katanya. 

Andi Octave menjelaskan pihak BPBD Sinjai telah melakukan koordinasi dengan Pos Basarnas Kabupaten Bone.

Upaya pencarian terus dilakukan untuk menemukan keberadaan korban.

“Tim masih melakukan pemantauan dan koordinasi pencarian bersama pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Sinjai, Andi Ariani Jalil mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.

“Nelayan diminta memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut demi keselamatan bersama,” katanya.

Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan tanda-tanda keadaan darurat di perairan.

“Keselamatan menjadi prioritas utama, terutama saat cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved