Politik Nasu Likku Rektor UIN Alauddin ke Menteri Pertanian
Nasu Likku merupakan hidangan ayam yang dimasak dengan bumbu lengkuas. Dalam bahasa Bugis, Likku bermakna lengkuas.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyantap hidangan Nasu Likku ketika berkunjung ke Kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (19/9/2019) siang.
Amran menyantap makanan khas Bugis tersebut bersama Rektor UIN Prof Hamdan Juhanis.
Sindra Maraya Bangri, Anak Kampung Bercita-cita Naikkan Predikat Toraja Utara
Ini Spesifikasi Lengkap Oppo A5 2020, Empat Kamera Harga Rp 2 Jutaan, Resmi Hadir di Indonesia
GoFood Kuasai 75% Pangsa Pasar Layanan Pesan-Antar Makanan
Tim Verifikasi Kabupaten Sehat ke Kampung Sapi Inseminasi di Mannanti, Sembari Disuguhi Minuman Nira
Sinopsis dan Film Layar Lebar Ad Astra, Tentang Misteri Luar Angkasa, Dibintangi Brad Pitt
Nasu Likku merupakan hidangan ayam yang dimasak dengan bumbu lengkuas. Dalam bahasa Bugis, Likku bermakna lengkuas.
Nasu Likku rupanya merupakan kesukaan Amran Sulaiman. Apalagi Amran merupakan putra daerah asal Kabupaten Bone.
Pihak kampus UIN Alauddin pun sengaja menghidangkan makanan tersebut.
"Kami jamu makan siang Puang Menteri dengan hidangan Nasu Likku," kata Hamdan Juhanis ketika menyampaikan sambutan.
Hamdan memang mencari tahu makanan kesukaan Amran Sulaiman beberapa hari sebelum berkunjung ke Kampus UIN Alauddin.
Prof Hamdan rupanya memakai strategi politik hidangan Nasu Likku untuk menyampaikan permohonan bantuan peternakan.
Betul saja, bantuan bibit kambing yang semula berjumlah 10 ekor ditambah menjadi 50 ekor.
Amran juga memberikan bantuan 1 unit traktor roda empat seharga Rp500 juta.
"Sambil makan beliau katakan kita tambah kambing jadi 50 ekor. Ini namanya politik Nasu Likku," kata Hamdan yang disambut tawa para mahasiswa.
"Karena kamu jamu saya makan, saya sumbang 1 traktor roda 4," sambung Prof Hamdan menirukan kata-kata Amran.
Hamdan pun memastikan, bantuan Menteri Pertanian akan dijadikan pelecut untuk mengembangkan laboratorium peternakan kampus UIN Alauddin Makassar.
Hamdan akan menggenjot produktivitas peternakan yang dimiliki Fakultas Sains dan Teknologi sekaligus menjawab tantangan Menteri Pertanian.
Sementara itu, Amran Sulaiman meminta pihak kampus mengelola peternakan tersebut dengan penuh kasih sayang seperti menyayangi manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/andi-amran-sulaiman-membawakan-kuliah-umum.jpg)