Dua SMK Wakili Regional Makassar ke Final Olimpiade Jaringan Mikrotik APJII 2019
Dua tim terbaik telah terpilih yakni tim SMK Teknologi Informatika Bulukumba dan SMKN 1 Toraja Utara.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Babak penyisihan Olimpiade Jaringan Mikrotik APJII 2019 regional Makassar telah usai.
Dua tim terbaik telah terpilih yakni tim SMK Teknologi Informatika Bulukumba dan SMKN 1 Toraja Utara.
Kedua tim ini berhak melaju ke babak Grand Final mewakili regional Makassar.
FOTO: Pasca Kebakaran Pasar Pabaeng-baeng Makassar
Audisi Liga Dangdut LIDA Indosiar 29 September 2019, Download Formulir, Cek Syarat & Cara Daftar
Ramalan Zodiak Kamis 19 September 2019, Virgo Tunggu Kabar Baik Sore Hari, Perhatikan Ucapan Scorpio
"Tim-tim terbaik hasil penyisihan regional Makassar ini akan melaju ke Grand Final di Bali 23 Oktober 2019 mendatang," ucap Valens Riyadi selaku Ketua Pelaksana Olimpiade Jaringan Mikrotik APJII, Rabu (18/9/2019).
Sebelumnya Babak penyisihan regional atau wilayah Makassar Olimpiade jaringan mikrotik antar Siswa SMK TKJ resmi dibuka bertempat di STIMIK Kharisma Makassar, Jl Baji Ateka, Selasa (17/9/2019).
Acara ini diprakarsai oleh PT Citraweb Solusi Teknologi (Citraweb) bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Sebanyak 34 tim ikut serta dalam Olimpiade yang terselenggara di tahun keempatnya ini.
"Makassar selalu menjadi area babak penyisihan untuk wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua," ucap
Valens Riyadi selaku Ketua Pelaksana Olimpiade Jaringan Mikrotik APJII 2019.
Dari tahun ke tahun jumlah peserta region Makassar terus meningkat.
Hanya saja tahun ini peserta dari Papua tidak mengirimkan wakil begitupun dari Maluku.
"Sebenarnya ada dari Papua tapi H-2 kegiatan mengundurkan diri karena ada sedikit masalah dari Maluku juga tidak ada jadi didominasi untuk area Sulsel ini tentu jadi catatan tersendiri bagi kami,"
FOTO: Pasca Kebakaran Pasar Pabaeng-baeng Makassar
Audisi Liga Dangdut LIDA Indosiar 29 September 2019, Download Formulir, Cek Syarat & Cara Daftar
Ramalan Zodiak Kamis 19 September 2019, Virgo Tunggu Kabar Baik Sore Hari, Perhatikan Ucapan Scorpio
Olimpiade jaringan mikrotik region Makassar ini hanya berlangsung sehari.
Tes dibagi ke dalam dua tahap yakni tes tertulis dan kuis interaktif.
"Tes pertama ke-34 ini kita ambil enam tim terbaik dan akan kita uji lagi dengan kuis interaktif semacam cerdas cermat," katanya.
'Setiap games ada tiga tim berarti ada dua games dan tiap pemenang games ini akan wakili region Makassar di Grand Final 23 Oktober di Bali," tutupnya.
Hadir pada pembukaan ini yakni pimpinan STIMIK Kharisma serta Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sulawesi Selatan, Arry AS.
Olimpiade Jaringan
Olimpiade Jaringan Antar SMK TKJ Nasional akan kembali digelar tahun 2019 ini.
Acara ini diprakarsai oleh PT Citraweb Solusi Teknologi (Citraweb) bersama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Pertama kali digelar tahun 2016 silam, olimpiade ini mempertemukan bibit-bibit dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) se-Indonesia.
“Diadakannya olimpiade ini bertujuan untuk mengasah dan mendorong penguasaan ilmu jaringan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia,"
"Khususnya SMK yang memiliki jurusan Teknis Komputer dan Jaringan (TKJ),” ujar Valens Riyadi.
Ia melanjutkan bahwa kemampuan mengelola jaringan ini adalah salah satu keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
Terlebih semua jenis perusahaan kini menggunakan sistem komputerisasi dan jaringan dalam penyimpanan data dan komunikasi.
Selain SMK TKJ, SMK Sistem Informatika Jaringan dan Aplikasi (SIJA), dan SMK yang telah menjadi MikroTik Academy didorong untuk mengikuti adu pengetahuan berjaringan dan RouterOS ini.
Total hadiah yang diperebutkan lebih dari Rp 100 Juta dan Piala Kemendikbud.
Babak penyisihan dimulai tanggal 9 September 2019 di Yogyakarta berlangsung hingga 28 September 2019.
Penyisihan akan dilaksanakan di kota Yogyakarta, Padang, Makassar, Balikpapan, Surabaya, Jakarta, Bandar Lampung, dan berakhir di Bandung.
Perwakilan dari 23 provinsi turut ambil bagian dalam kompetisi ini.
Peserta dipisahkan berdasarkan zona dan hanya dapat mengikuti penyisihan di zona masing-masing.
Yogyakarta meliputi DIY dan Jawa Tengah. Padang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi.
Jakarta meliputi Jabodetabek dan Banten, sedangkan Bandar Lampung mewakili Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung.
Bandung meliputi Jawa Barat kecuali Bogor, Depok dan Bekasi.
Kemudian Makassar meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Balikpapan meliputi Kalimantan.
Surabaya meliputi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Babak penyisihan di Makassar berlangsung di STIMIK Kharisma, 17 September mendatang.
Memasuki tahun keempat, jumlah peserta olimpiade terus meningkat.
Tahun lalu jumlah peserta sebanyak 383 tim.
Tahun ini, peserta mencapai 523 tim dari seluruh Indonesia, termasuk Papua Barat yang mengirimkan satu kontingen.
Kontingen terbanyak dikirimkan oleh Jakarta dengan jumlah 115 kontingen.
Sementara itu untuk wilayah penyisihan Makassar diikuti sebanyak 34 tim.
Tahun lalu Jawa Timur mendominasi dengan mengisi ketiga slot grand final.
“Saya rasa ini adalah kesempatan yang bagus bagi anak muda untuk berkompetisi di lingkungan yang kompetitif,” ujar Janis Megis, dari MikroTik Latvia saat olimpiade jaringan tahun lalu.
Babak final akan dihelat di Harris Hotel Sunset Road, Bali pada 23 Oktober 2019 sehari sebelum acara MikroTik User Meeting (MUM) diadakan di tempat yang sama.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Tinur.com, @piyann__
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: