Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

VIDEO: Petani Garam di Jeneponto Keluhkan Harga Turun

"Turun pak harganya, sekarang sisa Rp 50 ribu, biasanya diluar musim panen itu bisa mencapai Rp 90 ribu," katanya keawak Tribun, Jumat (13/9/2019) sia

Tayang:
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Syamsul Bahri

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Petani garam di lingkungan Paccelanga, Kelurahan Pellengu, Kecamatan Bangkala, Jeneponto mengeluhkan harga garam turun drastis.

Saat ini petani sedang masa panen dan garam tampak menggunung dipinggir tambak.

Haidar Anak Elvy Sukaesih Tidak Publik Tahu, Gangguan Jiwa & Diamankan Polisi Karena Ngamuk

Komisioner Baznas Gowa Diharap Optimalkan Pengelolaan Zakat

LINK LIVE STREAMING TV Online Indosiar Kalteng Putra vs Persebaya, Akses Link di Sini Tanpa Buffer

Ditolak Ngutang Rokok, Haidar Anak Artis Elvy Sukaesih Ngamuk Kejar Pemilik Warung Pakai Samurai

Bakal Lepas Masa Lajang dan Jadi Trending Topik, Siapa Jill Gladys?

Lirik Lagu Bebas by Iwa K Diaransemen Ulang, Ada Maizura

Juga disepanjang jalan di poros Jeneponto - Bantaeng di kampung Paccelanga.

Tak mengenal terik matahari dimusim kemarau, para petani nampak begitu bersemangat mengumpulka garam.

Seorang petani garam Samsul mengatakan harga garam satu karung hanya dihargai Rp 50 ribu.

Biasanya garam tersebut dihargai Rp 80 sampai Rp 90 ribu.

Petani garam di Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulsel
Petani garam di Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulsel (ikbal/tribunjeneponto.com)

"Turun pak harganya, sekarang sisa Rp 50 ribu, biasanya diluar musim panen itu bisa mencapai Rp 90 ribu," katanya keawak Tribun, Jumat (13/9/2019) siang.

Ia menambahkan di musim kemarau produksi garam semakin meningkat.

"Musim kemarau ini produksinya meningkat karena kita mengandalkan terik matahari," pungkasnya.

Ia berharap pemerintah dapat turun tangan menstabilkan harga garam. (*)

Arifin Ditangkap Polisi, Kapolres Jeneponto Harap Warga Ci'nong Tak Lagi Blokade Jalan

Arifin (40) warga kampung Ci'nong, Kelurahan Tonrokassi, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, diamankan Timsus Polda Sulsel, Rabu (11/9/2019) malam.

Pria 40 tahun itu ditangkap lantaran diduga bandar Narkoba.

Pilkada Maros, Devo Khaddafi Daftar di PDIP Siang Ini

GrabFood Bakal Ekspansi Jaringan Cloud Kitchen di Seluruh Indonesia

Terbuka, Pasar Ekspor Rempah dan Sarang Burung Walet ke AS

UKM LDK Al Jami UIN Alauddin Bakal Gelar Seminar Alquran Nasional, Ini Jadwalnya

Nyaris Dihakimi Warga, Pencuri Kotak Amal di Jeneponto Ditangkap Polisi

Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah berharap warga tak lagi memblokade jalan poros Kabupaten.

Yang dapat mengganggu pengendara yang ingin melintas.

"Kita berharap warga tak lagi melakukan perbuatan yang merugikan orang lain dengan menutup jalan," kata AKBP Ferdiansyah.

"Sekarang sudah jelas jika Arifin itu ditangkap Timsus Polda dan sekarang di Makassar ditangani Timsus," pungkasnya

Sebelumnya, Kapolres Jeneponto itu membenarkan jika Arifin Warga Ci'nong diamankan Polisi bukan diculik.

"Benar telah mengamankan Arifin di Jeneponto yang diduga bandar narkoba," kata Ferdiansyah.

"Arifin diamankan atas penunjukan Ansar. Saat diamankan, ditemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis Sabu satu saset yang terbungkus plastik," pungkasnya.

Lanjut Ferdiansyah pria yang bekerja dibengkel itu langsung dibawa ke Posko Timsus Jl Pengayoman, Kompleks Pasar Segar Makassar.

"Selanjutnya Arifin dan Ansar langsung diamankan dan dibawa ke Posko Timsus, guna dilakukan proses introgasi terhadap," pungkasnya.

Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah sedang menjelaskan proses penangkapan warga Ci'nong
Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah sedang menjelaskan proses penangkapan warga Ci'nong (Ikbal Nur Karim/Tribun Timur)

Diketahui, warga kampung Ci'nong, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto memblokade jalan menggunakan gasebo tradisional.

Tak hanya gasebo ratusan warga menduduki badan jalan sehingga kendaraan tak bisa melintas dari arah Makassar menuju Bantaeng begitupun sebaliknya.

Aksi blokade jalan ini dimulai pukul 09.30 wita, hingga pukul 10.00 wita, Kamis (12/9/2019) siang.

Usai blokade warga kembali membuka namun sekitar pukul 12.00 wita hingga pukul 15.00 warga kembali menutup dengan alasan tuntutannya tidak di respon Polisi.

"Kita tutup kembali karena kita tidak direspon, ini tak akan dibuka jika si Arifin tidak ada kabar dan kami tak direspon," kata Saudara Arifin yakni Asis.

Saat blokade jalan berlangsung Kasat Lantas Polres Jeneponto AKP Ilham melakukan rekayasa lalu lintas.

Dengan cara mengarahkan pengendara mencari jalan alternatif yakni masuk di kampung Balandangan tembus kampung Kassi begitupun sebaliknya.

"Kita siapkan personel untuk mengarahkan pengendara, masuk dikampung Balandangan tembus kampung Kassi begitupun sebaliknya," kata AKP Ilham

Akibat blokade jalan ini puluhan personel Polisi dan prajurit TNI diterjunkan untuk mengamankan situasi.

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Haidar Anak Elvy Sukaesih Tidak Publik Tahu, Gangguan Jiwa & Diamankan Polisi Karena Ngamuk

Komisioner Baznas Gowa Diharap Optimalkan Pengelolaan Zakat

LINK LIVE STREAMING TV Online Indosiar Kalteng Putra vs Persebaya, Akses Link di Sini Tanpa Buffer

Ditolak Ngutang Rokok, Haidar Anak Artis Elvy Sukaesih Ngamuk Kejar Pemilik Warung Pakai Samurai

Bakal Lepas Masa Lajang dan Jadi Trending Topik, Siapa Jill Gladys?

Lirik Lagu Bebas by Iwa K Diaransemen Ulang, Ada Maizura

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved