Breaking News:

Bikers Brotherhood MC Indonesia Gandeng ACT untuk Kolaborasi Kemanusiaan di Lombok

Ribuan Anggota Bikers Brotherhood MC Indonesia Gandeng ACT untuk Kolaborasi Kemanusiaan di Lombok

Editor: Suryana Anas
Istimewa
Bikers Brotherhood MC Indonesia gandeng ACT untuk kolaborasi kemanusiaan di Lombok 

Sayangnya, pertanian di wilayah ini hanya bisa dilakukan setahun sekali ketika musim hujan. 

Ketua Umum Bikers Brotherhood MC, Jhoni Achmad Zakaria atau dikenal sebagai Jhoni Be Good menambahkan, “Dalam ulang tahun ke-31 ini kita akan kumpul di Lombok tepatnya di Kila Pool Villa Club Senggigi Lombok pada 20-21 September 2019 dengan semua chapter BrotherHood tidak hanya yang ada di Indonesia namun juga akan melibatkan chapter dari Amerika, Malaysia dan Singapura serta semua klub-klub motor lainnya, diperkirakan 500 – 1000 bikers akan menghadiri acara ini,” tambahnya.  

Tak hanya itu, Jhoni menambahkan bahwa keberangkatan BBMC ke Lombok juga akan membagikan 31 paket ibadah (sarung, mukena, sajadah, serta Al-Qur’an) yang akan dibagikan di empat masjid.

Menurut Johni, hingga saat ini kunjungan wisatawan ke Lombok belum kembali ke jumlah normal pasca bencana alam setahun lalu.

“Jadi, kami membantu masyarakat, dan melaksanakan hobi kami sekaligus, yaitu momotoran (bermotor ria) artinya ini kan klub hobi (senang-senang) masa kita saja yg senang-senang sudah sepatutnya masyarakat yang kami kunjungi pun merasa senang dengan kehadiran kita,” ungkapnya.

Selain pembangunan sumur wakaf, Bikers Brotherhood MC Indonesia dalam wujud nyatanya melalui “Respect One Brotherhood For World” berkolaborasi dengan ACT bersama-sama melakukan aksi penggalangan dana untuk isu-isu kemanusiaan atau kemiskinan yang terjadi.

“Momentum ini juga sebagai bentuk gerakan #IndonesiaDermawan yang digagas oleh ACT. Gerakan ini menandakan bahwa bagi masyarakat kita sudah terbiasa dengan budaya gotong-royong, patungan atau istilah Sundanya, udunan. Semoga dengan gerakan ini sinergi dengan BBMC Indonesia bisa menginspirasi banyak pihak untuk melakukan kegiatan yang sama yaitu saling berbagi, tolong menolong bagi saudara yang membutuhkan,” ungkap Renno,  ACT Jabar.

Sebagai kilas balik, setahun yang lalu, gempa berkekuatan M 6,4 mengguncang Lombok diikuti dengan 2.000 lebih guncangan gempa susulan yang menghancurkan ratusan ribu rumah serta ribuan fasilitas umum di Lombok.

Gempa telah menyebabkan banyak sumber air di Lombok tertutup, pipa-pipa air rusak dan patah. Imbasnya, masyarakat Lombok kesulitan mendapatkan air bersih, terlebih pada musim kemarau tahun 2019 yang menurut BMKG lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Inilah saatnya kita bersama memberikan warna kedermawanan di kehidupan kita sehingga tercipta peradaban dunia yang lebih baik dan penuh keberkahan. #IndonesiaDermawan. []

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved