273 Tahun PT Pos Indonesia, Abdul Rahim Pak Pos Keliling yang Masih Bisa Tersenyum

Abdul Rahim hanyalah satu cerita ‘transformasi’ Pak Pos Indonesia di era disrupsi digital. Bisnis surat pos di periode 2000-2018 mengalami penurunan

Dari kabin belakang mobil niaga inilah dia melayani pembayaran bea pembuatan paspor, dan pengiriman dokumen perjalanan ke seluruh penjuru dunia.

Abdul Rahim, Pak Pos Keliling Mobile PT Pos Makassar saat melayani pembayaran dokumen paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Rabu (11/9/2019),
Abdul Rahim, Pak Pos Keliling Mobile PT Pos Makassar saat melayani pembayaran dokumen paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Rabu (11/9/2019), (tribun-timur/thamzil)

Para pelanggannya adalah warga yang mengurus dokumen ‘kewarganegaraan” dan perjalanan lintas negara. 

Sejatinya, calon pemilik paspor bisa membayar lewat bank, atau online payment.

Namun, karena posisinya yang tepat di area parkiran kantor imigrasi, kebanyakan konsumen memilih menggunakan jasa Pak Pos murah senyum ini.

Karena pelanggan kabanyakan yang jamaah umrah, dan masih gagap sistem bayar online, jadilah Rahim dapat banyak nasabah.

Paspor warga tak bisa terbit, sebelum menunjukkan  kwitansi ‘terstempel’ Pos atau resi tervalidasi bank rujukan.

Kepada Tribun, Rahim membenarkan, dari belasan unit layanan pos keliling, dialah yang paling ‘sukses’ dan banyak tersenyum saat melayani nasabah. 

“Ya boleh dibilang begitu Pak,” ujar Rahim merespon pertanyaan, apa betul ia adalah Pak Pos Mobile dengan omzet terbanyak di Makassar.

Kepala Seksi Lantaskim Kantor Imigrasi Makassar Andi Mario, mengkonfirmasikan, saban hari, kantor imigrasi klas 1 rerata menerbitkan 200-an dokumen paspor. “Kalau tak ada bukti bayar, tak terbit.” ujarnya.

Lowongan Kerja - PT Pos Indonesia Terima Lulusan SMA SMK Sederajat, Buruan Daftar, Terakhir Hari Ini
Lowongan Kerja - PT Pos Indonesia Terima Lulusan SMA SMK Sederajat, Buruan Daftar, Terakhir Hari Ini (rekrutmen.net)

Meski, unit layanan mobile pos ini, belum menyediakan pembayaran melalui mesin electronic devices capture (EDC); seperti kartu debit atau kredit, namun lebih setengah pemohon paspor rela membayar tunai di ’toko’ Pak Pos mobile. “Kebanyakan itu jamaah umrah atau TKI,” kata Rahim.

Halaman
1234
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved