Liga 1 Putri 2019 Bergulir Oktober, PSM Belum Punya Pemain
Manajer Meeting dan drawing Liga 1 Putri telah dilaksanakan PSSI yang dihadiri 10 perwakilan tim dan Sekertaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha.
Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Induk sepak bola tanah air, PSSI bakal menyelenggarakan Liga 1 Putri 2019.
Sebanyak 10 tim yang berpartisipasi di Liga 1 menurunkan tim putrinya pada agenda tersebut.
Manajer Meeting dan drawing Liga 1 Putri telah dilaksanakan PSSI yang dihadiri 10 perwakilan tim dan Sekertaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha.
Baca: Blak-blakan Mia Khalifa Beberkan Alasan Jadi Bintang Film Porno, Ini Pekerjaanya setelah Pensiun
Baca: Ini Buku Terlaris Gramedia TSM Pekan Pertama September 2019, No 1 Masih Karya Mark ManshonIni
Baca: Waspada Ajukan Pinjaman Online, Terbaru OJK Tutup 123 Fintech Ilegal, Ini Daftarnya
Meeting dilksanakan di Hotel Sultan Ruang Krakatau pukul 15.00 WIB, Minggu (8/9/2019).
Ke-10 tim tersebut dibagi menjadi dua grup A dan B dan dijakdwalkan kick off pada Oktober 2019 mendatang.
PSM Makassar putri juga berpartisipasi pada ajang ini dan masuk di grup B.
Masing-masing peserta, yakni grup A ditempati Persija Jakarta, PS Tira, PSIS Semarang, PSS Sleman, dan Persib Bandung.
Sementara grup B adalah PSM, Persipura Jayapura, Arema FC, Bali United, dan Persebaya Surabaya.
"Kita bergabung di grup B. Tapi belum ada tim. Secepatnya manajemen bentuk," ujar Media Officer PSM, Sulaiman Abdul Karim.
Ditanya terkait kesediaan PSM menjadi tuan rumah, dirinya belum bisa menjawab.
Namun diketahui, dalam grup A sudah ada tim yang menawarkan jadi tuan rumah.
Baca: Pee Wee Gaskins Buka Panggung Soundrenaline 2019, Ini Profilnya
Baca: Bank Sulselbar FC Awali Liga 3 dengan Kemenangan 3-1 Atas Persibone
"Jadi tinggal grup B yang belum ada menawarkan diri jadi tuan rumah. Kalau di grup A, ada PS Tira Persikabo dan PSIS Semarang yang mau jadi tuan rumah," jelasnya.
6 Tahun, SSB Mitra Manakarra dan Akademi PSM di Mamuju Masuk Klub Top Indonesia
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - SSB Mitra Manakarra dan Akademi PSM Makassar di Mamuju, Sulbar, menunjukkan prestasi membanggakan.
Untuk pemain U-12 klub ini, masuk peringkat 10 se-Indonesia. Sementara U-14 top 8 Zona Nasional saat mewakili Sulbar di Menpora CUP 2018 dan 2019.
Termasuk pemain U-16 baru-baru ini juara II Piala Kemenpora 2019.
Baca: Efek Ezra Walian, Suporter PSM Penuhi Tribun Tertutup
Baca: Tiga Pemain Akademi PSM di Mamuju Lolos Seleksi Garuda Select
Baca: Gempar, Nelayan Desa Labuang Rano Mamuju Tangkap Cumi-cumi Raksasa, Beratnya 14 Kilogram
Direktur Akademi PSM Makassar, Febrianto Wijaya, mengatakan Piala Kemenpora U-16 mampu menunjukkan sportivitas dan perilaku yang baik dalam permainan hingga mendapatkan penghargaan rekor permainan fair play.
"Saat ini juga sedang berlaga dan masuk top delapan besar Elite Pro Academy Liga 1 U-16 2019. Begitupun pemain U-18, saat ini masuk posisi kedua dan menuju delapan besar Elit Pro Academy. Sementara Senior team, OTP-37 berlaga di Liga III Seri Nasional," kata Febrianto.
Eks pemain PSM Makassar itu menambahkan, selama enam tahun berdirinya SSB Mitra Manakarra telah melahirkan pemain-pemain memperkuat Timnas.
Diantaranya, Maldini Palli (U-19), Ryan Riding (U-16), Rezky Pandi (U-19), Fadel Muhammad (Pelajar U-15), Fakih (U-16).
"Prestasi lainnya dari pemain U-16 Akademisi PSM Makassar yang dilatih di Mamuju. Fadel Muhammad baru-baru ini membawa kemenangan besar bagi Timnas Indonesia pada Boys 16 Gothia Cup China 2019,"bebernya.
Selain itu, kata dia, Muhammad Assyurah Al Faqih sebagai Kiper Akademi PSM Makassar meraih peringkat ketiga Skuad Timnas U-15 Indonesia di AFF Boys Championship 2019 Chonburi Thailand.
Febrianto juga menyampaikan, ada tiga pemain yang lolos masuk di Garuda Select yang akan berangkat dalam waktu dekat latihan di London dan Italia dibawah asuhan mantan kapten Chelsea.
Baca: Pemerhati Pendidikan Demo, Minta Kepala BPPWK PUPR Sulbar Dievaluasi
Baca: Tingkatkan PAD, KPK Dampingi Pemkab Mamuju Pasang TMD Pada Titik Wajib Pajak
Baca: Sutinah Suhardi Susul Bupati Habsi Wahid Daftar ke PDI Perjuangan Mamuju
"Kami tidak hanya ingin menghasilkan tim yang baik, tetapi ingin menunjukkan kepada orang yang datang di Mamuju bahwa, di sini juga berkembang sepak bolanya. Prinsip kami dalam membangun daerah, adalah membangun manusianya. Salah satunya lewat jalur olahraga. Dalam akademi, kita bangun manusianya dengan baik," ungkap Febrianto.
Sementara Pelatih Akademi PSM Makassar Irfan Rachmat mengungkapkan, dari torehan prestasi yang dicapainya itu tidak lepas dari dukungan semua pihak.
Khususnya para pendamping yang senantiasa menggembleng kedisiplinan anak-anak untuk terus berlatih.
“Untuk kedepannya, kami tidak punya kesulitan membenahi pemain kami kedepannya, karena mereka sudah bisa mendengar dan mudah diatur,” ucap Irfan.
Ia juga sangat bersyukur karena tiga yang dipantau tim pemantau bakat atau talent scouting semua lolos garuda select ke Inggiris.
Raihan ini, kata dia bukan main-main, pasalnya yang menyeleksi mereka adalah pelatih Timnas Indonesia, Simon Mcmenemy.
"Target kita untuk Garuda Select akhirnya ada yang masuk. Tiga yang terpantau, akhirnya tiga juga yang lolos. Ini semua tidak terlepas dari dukungan tim pelatih dan kerja keras pemain," imbuhnya.
Sementara, perwakilan Pemprov Muhammad Sabir menuturkan pihak Pemprov akan selalu mendukung dan mensupport dalam pengembangan sepak bola di Sulbar agar bisa terus meningkat dan berkembang.
"Dengan adanya bantuan yang diberikan dengan dibarengi prestasi yang ditampilkan, kita akan lebih upayakan memberikan sumbangsi lebih agar semangat sepak bola kita bisa lebih meningkatkan lagi kedepan," terangnya.
Tiga Pemain Akademi PSM di Mamuju Lolos Seleksi Garuda Select
Tiga pemain muda Akademi PSM lolos seleksi Garuda Select.
Ketiganya yakni, Edgar Amping, Rafly Asrul, dan Renaldi.
Mereka akan berangkat ke London, Inggris hari ini, Minggu 8 September.
Disana mereka akan menempuh serangkaian latihan dan berlaga dengan akademi klub-klub Inggris.
Mereka akan menjalani 17 kali pertandingan selama delapan bulan berada di Inggris.
Live Streaming TV Online Trans 7 MotoGP 2019 di Sirkuit Misano San Marino, Akses di Sini!
Sepi Penumpang, Begini Kondisi Terminal Malengkeri Makassar
Reuni Akbar Alumni SD SMP Nusantara Makassar Diwarnai Isak Tangis
Pelatih Akademi PSM Irfan Rachman mengatakan, dirinya sangat bersyukur karena tiga yang dipantau tim pemantau bakat atau talent scouting semua lolos.
Raihan pemain muda racikannya itu bukan main-main, pasalnya yang menyeleksi mereka adalah pelatih Timnas Indonesia, Simon Mcmenemy.
Dikatakan, Garuda Muda akan melakukan latihan intensif berstandar Eropa, dan 17 kali bertanding melawan akademi-akademi klub Inggis.
"Termasuk Arsenal hingga Chelsea. Selama di Inggris, mereka akan ditukangi oleh Dennis Wise yang menjabat direktur program Garuda Select dan Des Walker sebagai pelatih tim,"ungkap Irfan.
"Target kita untuk Garuda Select akhirnya ada yang masuk. Tiga yang terpantau, akhirnya tiga juga yang lolos. Ini semua tidak terlepas dari dukungan tim pelatih dan kerja keras pemain," tambah Irfan saat konferensi pers di Atrium Mamuju Town Square, kemarin.
Direktur Akademi PSM, Febrianto Wijaya mengatakan, ketiga anak-anak binaannya lolos murni karena skill.
"Yang paling membanggakan, Edgar adalah pemuda asli Rangas, Mamuju. Dia mengaku optimistis ketiganya akan menjadi pemain besar,"katanya.
Gubernur dan Wagub Sulsel Kompak Hadiri Dies Natalis Unhas, Rektor: Terimakasih!
Hanura Pastikan Copot 10 Ketua DPC di Sulsel, Siapa Saja ?
Alasan Wanita di Video Vina Garut Tak Datang ke Pemakaman Suami, V Sempat Tak Rela Ditinggal Rayya
"Kami tidak hanya ingin menghasilkan tim yang baik, tetapi ingin menunjukkan kepada orang yang datang di Mamuju bahwa, di sini juga berkembang sepak bolanya,"sambungnya.
Prinsip kami, dalam membangun daerah, adalah membangun manusianya. Salah satunya lewat jalur olahraga.
"Dalam akademi, kita bangun manusianya dengan baik," ucapnya.
Dihadapan pelatih, manager, dan managemen PSM Makassar, Edgar berterima kasih atas ilmu yang telah diraih selama berada di Akademi PSM.
Dia menyebut sukses lolos Garuda Select setelah melewati dua tahapan seleksi.
"Awalnya kami main di elite pro akademi disitu kami dipantau langsung. Setelah itu, dipanggil ikut seleksi Lapangan ABC Senayan. Ada sekitar 60 orang yang dipanggil, yang lolos hanya 27 dari seluruh Indonesia,"tutur Edgar.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420
Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/manajer-meetin456.jpg)