Dugaan Korupsi Jembatan Bosolia, Polres Jeneponto Serahkan SPDP ke Kejari

Dugaan Korupsi Jembatan Bosolia, Polres Jeneponto Serahkan SPDP ke Kejari. Polres Jeneponto telah menyerahkan surat perintah penyidikan

Dugaan Korupsi Jembatan Bosolia, Polres Jeneponto Serahkan SPDP ke Kejari
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
Kasi Pidsus Kejari Jeneponto Saut Malatua 

Dugaan Korupsi Jembatan Bosolia, Polres Jeneponto Serahkan SPDP ke Kejari

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Polres Jeneponto telah menyerahkan surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP ke Kejari Jeneponto.

Hal itu diungkapkan Kasi Pidasus Kejari Jeneponto Saul Malatua yang ditemui awak Tribun, Jumat (30/8/2019) sore.

Hanya saja SPDP lima tersangka dugaan korupsi pembangunan Jembatan Bosolia tahap 1 Jeneponto diserahkan terpisah.

"Pertanggal 23 Agustus lalu, hanya diserahkan empat nama tersangka dugaan korupsi jembatan Bosolia tahap pertama," kata Suad.

"Empat ini tiga ASN, dan satu pensiunan ASN, masing-masing berinisial AS, AMS, AA dan RM," jelasnya.

Menurut Saud kejaksaan sifatnya hanya menerima laporan SPDP dari penyidiki.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman yang dikonfirmasi mengungkapkan SPDP seorang tersangka dugaan korupsi telah diserahkan.

"Kita sudah serangkan kemarin kekejaksaan, jadi semuanya sudah lima," kata Boby melalui pesan Whatsapnya, Sabtu (31/8/2019) siang.

Sebelumnya, Polisi menetapkan lima tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi mangkraknya jembatan Bosolia Jeneponto tahap 1 tahun 2016.

Halaman
12
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved